
Pantau - Film biopik "Djamin Setia Selamanya" mengangkat perjuangan pahlawan nasional Djamin Ginting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia sekaligus membawa pesan tentang keberanian menghadapi tantangan bagi generasi masa kini.
Sutradara Rako Prijanto mengatakan Djamin Ginting merupakan sosok yang berani keluar dari zona nyaman, mengambil risiko, serta menerapkan strategi yang tidak biasa dalam menghadapi situasi pada masanya.
“Dia berpikir visioner, melakukan strategi yang out of the box, dan berani mengambil risiko keluar dari zona nyaman. Pengambilan risiko inilah yang membuat dia menjadi seorang pahlawan nasional,” ujar Rako pada konferensi pers di Jakarta, Minggu (20/9/2026).
Djamin Ginting merupakan pahlawan nasional dan tokoh militer asal Karo, Sumatera Utara, yang berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.
Semangat Perjuangan Dibawa ke Masa Kini
Rako mengatakan keberanian Djamin mengambil keputusan pada masa sebelum kemerdekaan dan peperangan dapat diterjemahkan dalam kehidupan generasi sekarang yang menghadapi bentuk perjuangan berbeda.
"Menurut saya ini sangat relevan dengan keadaan kita saat ini juga, bahwa kita pasti ketemu dengan perjuangan kita masing-masing di era saat ini. Hanya bagaimana cara kita menghadapinya dan bagaimana cara kita memanfaatkannya, bagaimana strategi menentukan kesuksesan nantinya. Itu yang ingin saya sampaikan di film ini," imbuhnya.
Rako mencontohkan Djamin yang mempelajari bahasa Belanda untuk memahami situasi pada zamannya, sedangkan generasi sekarang dinilainya perlu memahami perkembangan teknologi digital untuk membuka peluang kemajuan.
Riahna Djamin Ginting, anak Djamin Ginting, mengatakan film tersebut dibuat sebagai persembahan bagi kedua orang tuanya sekaligus sarana memperkenalkan sejarah perjuangan kemerdekaan kepada generasi berikutnya.
“Tujuan kami memang ingin mempersembahkan film ini untuk orang tua kami, meskipun beliau sudah tiada. Saya bercita-cita supaya generasi yang akan datang, generasi Indonesia bisa melihat bagaimana Indonesia waktu itu berjuang-berjuangnya,” ujar Riahna.
Angkat Perjuangan Djamin Ginting pada 1945-1948
Riahna mengatakan film berdurasi sekitar satu jam 50 menit tersebut mengambil periode perjuangan Djamin Ginting pada 1945 hingga 1948.
Menurut dia, keterbatasan durasi membuat film tersebut tidak dapat memuat seluruh perjalanan hidup Djamin Ginting.
“Jadi kalau sekarang kita sudah merdeka. Saya minta supaya bisa tidak kita memperjuangkan Indonesia supaya lebih berkembang, lebih merasakan adil dan makmur tersebut,” katanya.
"Djamin Setia Selamanya" dijadwalkan tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026 dengan Rafi Sudirman memerankan Djamin Ginting.
Djamin yang lahir pada 1921 mengenyam pendidikan bentukan Belanda di Handelsschool sebelum kemudian bergabung dengan tentara Gyugun bentukan Jepang.
- Penulis :
- Aditya Yohan




