Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonomi Kreatif Dinilai Jadi Mesin Baru Perekonomian Nasional di Era Ekonomi Baru

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ekonomi Kreatif Dinilai Jadi Mesin Baru Perekonomian Nasional di Era Ekonomi Baru
Foto: (Sumber: Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menghadiri Yudhoyono Dialogue Forum (YDF) di Auditorium Museum dan Galeri SBY ANI, Pacitan, Jumat (6/2/2026). ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif.)

Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan ekonomi kreatif memiliki potensi strategis dalam lanskap ekonomi baru yang berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan dan inklusif jangka panjang.

Ekonomi Kreatif dan Fondasi Budaya

Menteri Riefky menyampaikan pandangan tersebut saat memberikan keterangan pers yang diterima pada Sabtu.

Ia menekankan bahwa negara yang berkembang pesat dalam ekonomi kreatif adalah negara yang memiliki akar budaya yang kuat sebagai fondasi utama pengembangannya.

Menteri Riefky menyatakan, "Pada tahun 2011, nomenklatur ekonomi kreatif ini pertama kali diangkat ke kementerian yang diharapkan akan menjadi mesin baru perekonomian nasional. Hal tersebut semakin nyata dengan hadirnya Kementerian Ekraf untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif agar menjadi salah satu alternatif ekonomi baru," ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Menteri Riefky menghadiri Yudhoyono Dialogue Forum atau YDF.

Forum bertema New Economy, New Road to Prosperity itu diselenggarakan di Auditorium Museum dan Galeri SBY ANI, Pacitan, Jawa Timur.

Dialog Strategis Ekonomi Masa Depan

Yudhoyono Dialogue Forum membahas isu transformasi ekonomi global dan menjadi ruang dialog strategis lintas sektor untuk merumuskan arah pembangunan ekonomi Indonesia ke depan.

YDF 2026 menghadirkan dua sesi utama yakni New Economy for Prosperity and Sustainability serta The Role of Technology in New Economy.

Diskusi forum melibatkan akademisi, pelaku usaha, pembuat kebijakan, dan pemikir strategis dengan topik keterkaitan pertumbuhan ekonomi, transisi energi, dan digitalisasi.

Rektor Perbanas Institute Hermanto Siregar menyebut ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru berbasis kekayaan budaya Indonesia.

Hermanto Siregar menyampaikan, "Ekonomi kreatif dilihat dari sisi penelitian, menunjukkan pengaruhnya itu setara kira-kira dengan institusi, jadi, pengaruh teknologi terhadap output atau produktivitas ekonomi kreatif itu jelas. Untuk semakin mengembangkan ekonomi kreatif, memang diperlukan sentuhan kapital di industri yang sesuai dengan setiap sektor pada ekonomi kreatif," ungkapnya.

Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono hadir sebagai Chairman The Yudhoyono Institute selaku penyelenggara forum.

Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan bahwa forum ini merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah melalui penguatan budaya dialog dalam membangun bangsa.

Ia menyatakan, "Saya mengajak kita semua memikirkan ekonomi seperti apa? Membangun ekonomi seperti apa? Kebijakan ekonomi seperti apa yang paling bagus untuk Indonesia? Hari ini dan masa depan berangkat dari pengalaman kita. Jadi, forum ini berbicara tentang kemarin, hari ini, dan masa depan," ungkapnya.

Forum ini menegaskan pentingnya integrasi pertumbuhan ekonomi, pemanfaatan teknologi, dan keberlanjutan lingkungan sebagai satu kesatuan strategi pembangunan nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf