
Pantau - Indonesia dan Jepang menegaskan komitmen memperkuat kemitraan ekonomi strategis serta stabilitas rantai pasok kawasan melalui Second Indonesia-Japan Cooperation Dialogue (IJCD) yang digelar di Kementerian Luar Negeri.
Pertemuan IJCD dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arrmanatha C. Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Akahori Takeshi.
Dalam pernyataan resmi disebutkan, "Dalam pertemuan kedua pihak sepakat memperkuat stabilitas rantai pasok kawasan dan mendorong kolaborasi pada sektor-sektor masa depan, termasuk energi bersih, ekonomi digital, dan pembangunan infrastruktur strategis,".
Kementerian Luar Negeri menilai langkah tersebut krusial untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang tangguh dan adaptif di tengah ketidakpastian global.
Kedua pihak menegaskan komitmen memperkuat sinergi pada sektor perdagangan, investasi, transisi energi, ekonomi maritim, serta pengembangan industri strategis.
Jepang dipandang sebagai mitra kunci Indonesia dalam mendukung transformasi ekonomi melalui investasi berkualitas, hilirisasi industri, serta kerja sama pembangunan berkelanjutan.
Kedua negara juga menekankan pentingnya kerja sama di bidang emerging technologies untuk memperkuat daya saing, inovasi, dan ketahanan ekonomi di tengah disrupsi global.
Pertemuan tersebut menegaskan tekad membangun kemitraan ekonomi yang kokoh, inklusif, dan berorientasi masa depan demi stabilitas dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik.
IJCD pertama diselenggarakan di Tokyo pada 2021 dan pertemuan kedua menjadi tindak lanjut dari pertemuan 2+2 Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara pada November 2025.
Kementerian Luar Negeri menyatakan, "Pertemuan ini menjadi momentum penting memperdalam arah kerja sama kedua negara di tengah dinamika geo-ekonomi global yang semakin kompleks,".
Hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang terjalin sejak 1958 dan meningkat dari Strategic Partnership for Peaceful and Prosperous Future pada 2006 menjadi Comprehensive Strategic Partnership pada 2023.
Secara ekonomi, total perdagangan bilateral Indonesia-Jepang mencapai 32,07 miliar dolar AS pada 2025 dengan realisasi investasi sebesar 3,1 miliar dolar AS.
- Penulis :
- Aditya Yohan







