Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Ekspor Tempe Indonesia Tembus Pasar Chile Lewat Kerja Sama Rp2,1 Miliar

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Ekspor Tempe Indonesia Tembus Pasar Chile Lewat Kerja Sama Rp2,1 Miliar
Foto: Penandatanganan kerja sama pengembangan distribusi produk tempe antara PT Azaki Food International dengan OM SpA di kantor Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago di Chile, Rabu 1/4/2026 (sumber: Kemendag)

Pantau - Produk tempe Indonesia berhasil menembus pasar Chile melalui kerja sama distribusi senilai 125 ribu dolar AS atau sekitar Rp2,1 miliar yang ditandatangani pada Rabu, 1 April 2026 di kantor Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago, Chile.

Kerja sama ini dilakukan antara PT Azaki Food International dari Indonesia dan OM SpA dari Chile yang ditandatangani oleh Direktur PT Azaki Food International Cucup Ruhiyat serta Direktur OM SpA Bojan Urbancic.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menegaskan dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha dengan menyatakan "Kementerian Perdagangan akan terus mendukung agar lebih banyak lagi pelaku usaha Indonesia berkembang di pasar global."

Strategi Penetrasi dan Perluasan Pasar

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari partisipasi Indonesia dalam pameran Espacio Food & Service yang berlangsung pada 30 September hingga 2 Oktober 2025 serta menjadi contoh pemanfaatan Indonesia–Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) untuk meningkatkan ekspor dan promosi dagang.

ITPC Santiago berperan dalam memfasilitasi penjajakan bisnis hingga tercapainya kesepakatan kerja sama antara kedua perusahaan.

Kepala ITPC Santiago Indah Fajarwati Bachter menjelaskan bahwa penetrasi pasar dilakukan secara bertahap dengan fokus awal pada Chile sebagai pintu masuk.

Ia mengungkapkan, "Selanjutnya untuk jangka menengah, kerja sama ini berpotensi untuk diperluas ke negara-negara Amerika Latin lainnya. Kami harap, kerja sama ini membuka pintu yang dapat memperkenalkan tempe sebagai produk pangan berbasis nabati unggulan di pasar Amerika Latin."

Cakupan kerja sama meliputi pengelolaan merek, promosi, aktivasi pasar, pemenuhan regulasi impor dan pangan, serta pengembangan jaringan distribusi dan kemitraan lokal.

Peluang Besar Produk Nabati di Chile

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag Miftah Farid menilai kerja sama ini berpotensi diikuti produk lain dan mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan peluang ekspor.

Ia menyampaikan, "Kami mengajak pelaku usaha Indonesia untuk menjajaki peluang ekspor ke Chile dengan cara menghubungi ITPC Santiago."

Berdasarkan data Banco Central de Chile dan Chile Customs, Chile mengimpor produk senilai lebih dari 8 miliar dolar AS per tahun dengan permintaan yang terus meningkat terhadap pangan sehat, termasuk produk berbasis nabati dan fermentasi.

Tren tersebut didorong oleh meningkatnya kesadaran gaya hidup sehat dan kebutuhan alternatif sumber protein yang membuka peluang besar bagi tempe Indonesia di pasar Chile.

Pada 2025, total perdagangan Indonesia dan Chile tercatat mencapai 535,5 juta dolar AS dengan ekspor Indonesia sebesar 441,5 juta dolar AS dan impor sebesar 94 juta dolar AS sehingga Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 347,5 juta dolar AS.

Penulis :
Shila Glorya