
Pantau - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memastikan kebijakan efisiensi anggaran tahap III oleh Kementerian Keuangan tidak akan memengaruhi pelaksanaan program strategis Magang Nasional tahun 2026.
Efisiensi Anggaran Tidak Sentuh Program Utama
Yassierli menjelaskan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah hanya menyasar pos tertentu seperti perjalanan dinas dan rapat, bukan program utama.
“Beda (pos anggaran)," ujarnya di Jakarta, Jumat (10/4).
Ia menambahkan, "Jadi kalau efisiensi ketiga yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan itu adalah terkait dengan perjalanan dinas, rapat-rapat dan seterusnya," ungkapnya.
Menurutnya, alokasi anggaran untuk program Magang Nasional berada pada pos yang berbeda sehingga tidak terdampak kebijakan tersebut.
Kemnaker sebelumnya menerima surat dari Menteri Keuangan tertanggal 1 April 2026 terkait efisiensi anggaran sebesar Rp181,8 miliar dari anggaran rupiah murni.
Usulan Penambahan Kuota dan Evaluasi Program
Yassierli mengatakan program Magang Nasional 2026 masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian sebelum mendapatkan persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi kalau untuk (program) Magang (Nasional) memang sekarang masih dalam tarafnya persetujuan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan nanti pastinya dari Pak Presiden,” katanya.
Ia mengungkapkan pemerintah mengusulkan peningkatan kuota peserta menjadi 150 ribu orang dari sebelumnya 100 ribu orang karena tingginya minat masyarakat, terutama lulusan baru.
Saat ini, sekitar 100 ribu peserta telah mengikuti program Magang Nasional yang tersebar di berbagai perusahaan, kementerian, dan lembaga.
Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dengan tahap pertama sebanyak 14.952 peserta dijadwalkan selesai pada 19 April 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








