HOME  ⁄  Ekonomi

Kadin Nilai Aksesi OECD Perkuat Kepastian Regulasi dan Dorong Investasi di Indonesia

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kadin Nilai Aksesi OECD Perkuat Kepastian Regulasi dan Dorong Investasi di Indonesia
Foto: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie memberikan keterangan kepada pers didampingi Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey usai seminar nasional mengenai aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Jakarta, Selasa 21/4/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development akan memperkuat kepastian regulasi dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha nasional.

Dukungan Dunia Usaha terhadap Aksesi OECD

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie menyatakan dukungan penuh dunia usaha terhadap proses aksesi Indonesia ke OECD sebagai langkah strategis menuju negara maju.

Ia menegaskan bahwa "Keputusan pemerintah untuk mengejar aksesi OECD adalah pilihan strategis yang tepat untuk mendukung ambisi Indonesia menjadi negara maju pada 2045,".

Anindya juga menyampaikan bahwa "Pasar menghargai kepercayaan, investor menghargai kepastian, dan kepercayaan bertumpu pada kualitas institusi,".

Ia menambahkan bahwa "Ini bukan hanya upaya pemerintah, tetapi upaya seluruh negara, termasuk dunia usaha, untuk mendorong transformasi ekonomi Indonesia,".

Kadin menilai keanggotaan OECD akan menciptakan koherensi regulasi serta standar pemerintahan yang lebih baik sehingga lingkungan usaha menjadi lebih dapat diprediksi.

Tahapan Aksesi dan Tantangan Regulasi

Pemerintah Indonesia telah menyampaikan niat bergabung ke OECD pada 2023, menerima peta jalan aksesi pada 2 Mei 2024, dan menyerahkan dokumen awal pada 3 Juni 2025 sebagai bagian dari asesmen keselarasan regulasi nasional.

Tahap selanjutnya berupa tinjauan teknis dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 sebagai bagian dari proses aksesi.

Survei Kadin menunjukkan hampir 50 persen pelaku usaha berencana melakukan ekspansi dalam enam bulan ke depan meski sekitar 20 persen responden masih menghadapi kendala birokrasi dan regulasi.

Dalam kesempatan tersebut, Kadin bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian meluncurkan OECD Private Sector Playbook sebagai panduan keterlibatan sektor swasta dalam proses aksesi.

Dukungan internasional juga datang dari Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey yang menyatakan bahwa "Aksesi OECD merupakan elemen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, memperbaiki regulasi, dan meningkatkan kepastian bagi dunia usaha,".

Ia menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta sejak awal agar reformasi berjalan efektif dan memberikan dampak nyata.

Penulis :
Arian Mesa