HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Serap Rp15 Triliun dari Lelang Sukuk 21 April 2026, Minat Investor Tembus Rp33,55 Triliun

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemerintah Serap Rp15 Triliun dari Lelang Sukuk 21 April 2026, Minat Investor Tembus Rp33,55 Triliun
Foto: Ilustrasi - Warga mencari informasi mengenai Surat Berharga Negara (SBN) jenis Sukuk (sumber: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Pantau - Pemerintah Indonesia menyerap dana sebesar Rp15 triliun dari lelang sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara yang digelar pada 21 April 2026 melalui Kementerian Keuangan khususnya Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko.

Total penawaran yang masuk dalam lelang tersebut mencapai Rp33,55 triliun, menunjukkan minat investor yang tinggi terhadap instrumen berbasis syariah.

Rincian Serapan Tiap Seri Sukuk

Serapan terbesar berasal dari instrumen green sukuk seri PBSG002 dengan nilai dimenangkan Rp4 triliun dari total penawaran Rp4,15 triliun.

Imbal hasil rata-rata tertimbang seri PBSG002 tercatat sebesar 6,46882 persen dengan jatuh tempo pada 15 Oktober 2033.

Seri SPNS03022027 menjadi penyumbang terbesar berikutnya dengan serapan Rp2 triliun dari penawaran Rp4,39 triliun.

Imbal hasil rata-rata tertimbang seri tersebut sebesar 5,46000 persen dengan jatuh tempo pada 3 Februari 2027.

Seri PBS030 menyerap Rp1,95 triliun dari penawaran Rp5,19 triliun dengan imbal hasil 5,91945 persen dan jatuh tempo 15 Juli 2028.

Seri PBS040 mencatat serapan Rp1,85 triliun dari penawaran Rp2,38 triliun dengan imbal hasil 6,09874 persen dan jatuh tempo 15 November 2030.

Seri PBS034 menyerap Rp1,75 triliun dari penawaran Rp3,15 triliun dengan imbal hasil 6,55991 persen dan jatuh tempo 15 Juni 2039.

Minat Investor Tetap Tinggi

Seri PBS038 menyerap Rp1,45 triliun dari penawaran Rp8,47 triliun dengan imbal hasil 6,75157 persen dan jatuh tempo 15 Desember 2049.

Pemerintah juga memenangkan Rp1 triliun dari seri SPNS01062026 dengan penawaran masuk Rp4,19 triliun serta imbal hasil 4,87190 persen dan jatuh tempo 1 Juni 2026.

Selain itu, seri SPNS12102026 mencatat kemenangan Rp1 triliun dari penawaran Rp1,62 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,24000 persen dan jatuh tempo 12 Oktober 2026.

Tingginya nilai penawaran dibandingkan target menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek instrumen keuangan syariah pemerintah.

Penulis :
Arian Mesa