
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia berpotensi melemah pada Kamis dipicu aksi ambil untung (profit taking) investor menjelang libur panjang akhir pekan.
Pergerakan IHSG dan Analisis Pasar
IHSG dibuka menguat tipis 2,03 poin atau 0,03 persen ke posisi 7.103,26, sementara indeks LQ45 justru turun 0,50 poin atau 0,07 persen ke level 683,64.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, "Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 7.000- 7.325."
Sentimen domestik dipengaruhi waktu perdagangan yang lebih singkat karena libur Hari Buruh pada 1 Mei 2026 yang diikuti akhir pekan.
Sentimen Global dan Kebijakan Ekonomi
Dari global, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5 hingga 3,75 persen di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah.
Pasar juga mencermati perbedaan pandangan di internal The Fed serta rilis data ekonomi seperti indeks PCE dan pertumbuhan ekonomi AS kuartal I-2026.
Dari Eropa, pelaku pasar menunggu rilis data PDB, inflasi, dan keputusan suku bunga European Central Bank yang diperkirakan tetap di level 2,15 persen.
Selain itu, Bank of England juga diproyeksi mempertahankan suku bunga di level 3,75 persen.
Di dalam negeri, pemerintah menargetkan pembentukan hingga 80.000 Koperasi Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan menciptakan lapangan kerja.
Nico menyatakan, "Kami menilai secara keseluruhan, program ini bertujuan mengalihkan aliran ekonomi agar lebih banyak dinikmati masyarakat dalam negeri."
Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham global bergerak variatif dengan mayoritas indeks Eropa melemah dan Wall Street ditutup campuran.
Bursa Asia pagi ini juga menunjukkan pergerakan beragam dengan sebagian indeks melemah dan lainnya menguat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





