
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak volatil pada perdagangan Selasa (5/5) akibat tekanan sentimen global terutama lonjakan harga minyak dunia.
IHSG tercatat dibuka melemah 3,38 poin atau 0,05 persen ke level 6.968,57, sementara indeks LQ45 turun 0,12 persen ke posisi 673,76.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menyebut volatilitas dipicu eskalasi konflik di Selat Hormuz.
"Sentimen global didominasi eskalasi konflik di Selat Hormuz setelah Iran meningkatkan serangan terhadap kapal dan fasilitas energi, termasuk kebakaran di pelabuhan minyak Uni Emirat Arab (UEA)," ungkapnya.
Konflik Timur Tengah Dorong Lonjakan Harga Minyak
Ketegangan meningkat setelah Iran memperingatkan akan menyerang kekuatan asing yang memasuki Selat Hormuz.
Di sisi lain, Amerika Serikat merespons dengan inisiatif Project Freedom untuk membuka jalur pelayaran dengan dukungan ribuan personel militer.
Liza menyebut kondisi tersebut memperburuk ketidakpastian pasar global yang sebelumnya sempat mereda.
"Ketegangan kembali meningkat setelah gencatan senjata empat pekan lalu, sementara negosiasi damai masih buntu, terutama terkait isu nuklir," ujarnya.
Harga minyak dunia melonjak dengan Brent berada di kisaran 113 hingga 114 dolar AS per barel dan WTI di kisaran 105 hingga 106 dolar AS per barel.
Fundamental Domestik Stabil Namun Tanda Perlambatan Muncul
Dari dalam negeri, inflasi Indonesia tercatat melandai dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 2,42 persen pada April 2026.
Neraca perdagangan juga masih mencatat surplus sebesar 3,32 miliar dolar AS meski di bawah ekspektasi pasar.
Namun demikian, indikator ekonomi menunjukkan tanda perlambatan, termasuk kontraksi PMI manufaktur di level 49,1.
"Secara fundamental, ekonomi Indonesia menunjukkan stabilitas harga namun dengan tanda perlambatan aktivitas," kata Liza.
Pergerakan bursa global juga cenderung melemah, termasuk indeks di Eropa dan Amerika Serikat, yang turut memengaruhi sentimen investor di pasar domestik.
- Penulis :
- Aditya Yohan





