
Pantau - PT Pertamina (Persero) mengajak investor dan penyedia teknologi untuk berkolaborasi dalam menggarap peluang besar di industri hulu minyak dan gas bumi Indonesia yang dinilai masih menyimpan potensi frontier besar.
Kolaborasi Teknologi dan Peluang Hulu Migas
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyatakan bahwa perusahaan membuka ruang kerja sama seluas-luasnya bagi investor dan penyedia teknologi global untuk mempercepat pengembangan sektor hulu migas Indonesia.
Ia mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki peluang energi frontier yang belum sepenuhnya tergarap sehingga menjadi momentum strategis bagi investor untuk masuk dan berkolaborasi.
Pertamina menegaskan bahwa kerja sama ini ditujukan untuk mendorong transformasi potensi sumber daya menjadi produksi nyata melalui pemanfaatan teknologi mutakhir di berbagai aspek operasi migas.
Kinerja Eksplorasi dan Temuan Cadangan Baru
Pada tahun 2025, Pertamina melakukan pengeboran 20 sumur eksplorasi dengan hasil delapan sumur berhasil menemukan cadangan baru yang menunjukkan tingkat keberhasilan signifikan.
Kegiatan eksplorasi tersebut didukung survei seismik sepanjang 2.931 km untuk data 2D dan 855 km persegi untuk 3D guna memperkuat akurasi pengambilan keputusan.
Pertamina menilai tingkat keberhasilan tersebut mencerminkan kualitas data dan pendekatan teknologi yang digunakan dalam aktivitas eksplorasi di lapangan.
Optimalisasi Produksi, Gas, dan Energi Masa Depan
Selain eksplorasi, Pertamina membuka peluang investasi pada peningkatan produksi aset eksisting melalui teknologi Chemical EOR, Thermal EOR, optimalisasi reservoir, dan program infill yang telah terbukti meningkatkan produksi seperti di Blok Rokan.
Oki Muraza menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menawarkan potensi tetapi juga kemampuan eksekusi yang mampu mengubah potensi tersebut menjadi produksi nyata bagi kebutuhan energi nasional.
Pertamina juga membuka kolaborasi di sektor gas melalui penguatan infrastruktur Sumatera dan Jawa serta optimalisasi pasokan dari Indonesia Timur sebagai pusat suplai nasional.
Selain itu, Indonesia menawarkan peluang investasi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) yang diproyeksikan menjadi salah satu terbesar di kawasan serta pengembangan panas bumi sebesar 24 gigawatt sebagai terbesar di dunia.
Dengan kombinasi sumber daya besar, kebijakan progresif, dan rekam jejak eksekusi yang kuat, Indonesia menegaskan kesiapan menjadi mitra strategis bagi investor dan penyedia teknologi global di sektor hulu migas.
- Penulis :
- Shila Glorya





