HOME  ⁄  Ekonomi

Proyek DME Kutai Timur Masuk PSN, Pemerintah Targetkan Substitusi LPG Tuntas pada 2040

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Proyek DME Kutai Timur Masuk PSN, Pemerintah Targetkan Substitusi LPG Tuntas pada 2040
Foto: Ilustrasi - Pekerja dibantu alat berat memulai pembangunan proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimetil Eter (DME). (sumber: ANTARA/Nova Wahyudi.)

Pantau - Pemerintah pusat melakukan pendalaman untuk merealisasikan proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether atau DME di Kalimantan Timur guna menekan impor energi, khususnya Liquefied Petroleum Gas atau LPG.

Direktur Perdesaan, Daerah Afirmasi, dan Transmigrasi Kementerian PPN/Bappenas, Mohammad Roudo, mengatakan proyek DME Kutai Timur dipastikan masuk dalam Proyek Strategis Nasional atau PSN.

Ia mengungkapkan proyek strategis tersebut telah diatur dalam Permenko Ekonomi Nomor 8 Tahun 2023.

Pemerintah menilai pengembangan DME menjadi langkah paralel untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG.

Penetapan lokasi pembangunan pabrik saat ini masih dalam tahap pendalaman dengan fokus diarahkan ke sejumlah kawasan tambang besar di Kalimantan Timur.

Pemerintah menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan kepastian pasokan untuk mendukung keberlanjutan proyek hilirisasi tersebut.

Selain itu, pemerintah juga memperhatikan aspek sistem kesehatan, pengelolaan lingkungan, dan restorasi tambang dalam pengembangan proyek DME.

Target Swasembada Energi dan Serapan Tenaga Kerja

Tenaga Ahli Sekretariat Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi, M. Fadhil Hasan, mengatakan hilirisasi sumber daya alam menjadi strategi utama pembangunan nasional.

Ia menyebut kebijakan tersebut sejalan dengan visi swasembada energi Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah pusat menargetkan substitusi penggunaan LPG ke DME dapat tercapai sepenuhnya pada tahun 2040.

Nilai investasi fasilitas gasifikasi batu bara dalam proyek tersebut diperkirakan mencapai 10,25 miliar dolar AS atau sekitar Rp164 triliun.

Proyek itu juga diproyeksikan mampu menyerap sekitar 34.800 tenaga kerja lokal dan nasional.

Pemkab Kutai Timur Siap Dukung Investasi DME

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyatakan pemerintah daerah siap mendukung proyek hilirisasi energi tersebut.

Ia mengungkapkan investor asal Amerika Serikat sempat mundur dari proyek DME di Kutai Timur.

Namun, ia mengatakan investor asal Tiongkok kini mulai menunjukkan keseriusan untuk melanjutkan investasi proyek tersebut.

Ardiansyah menilai industri DME dapat menjadi motor penggerak transformasi ekonomi masyarakat setempat.

Menurutnya, proyek tersebut juga mampu mempercepat pengembangan energi alternatif di Kalimantan Timur.

Ia mengatakan proyek DME sejalan dengan percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy.

Penulis :
Leon Weldrick