
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjajaki kerja sama teknologi traktor dan alat berat Belarus untuk mendukung modernisasi pertanian serta ketahanan pangan nasional.
Penjajakan dilakukan saat Airlangga mengunjungi sejumlah industri strategis Belarus di sektor alat berat, kendaraan komersial, dan mekanisasi pertanian modern di Minsk, Belarus.
Kunjungan tersebut mencakup perusahaan Minsk Tractor Works (MTZ), MAZ (Minsk Automobile Plant), dan BelAZ Holding Management Company.
“Penjajakan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tersebut sejalan dengan salah satu Astacita Presiden Indonesia, yaitu mewujudkan ketahanan pangan nasional. Untuk mendukung tujuan tersebut, modernisasi pertanian dan tersedianya alat berat yang efisien menjadi faktor yang sangat krusial,” kata Airlangga dalam keterangannya, Jumat.
Fokus Pengembangan Traktor dan Alat Berat
Dalam kunjungan ke MTZ, Airlangga meninjau pengembangan teknologi traktor dan mesin pertanian yang dinilai berpotensi mendukung program food estate dan peningkatan produktivitas pertanian nasional.
Pihak MTZ menyatakan seluruh alat berat dan mesin dapat disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia.
MTZ juga menawarkan pelatihan serta transfer teknologi untuk memperkuat kerja sama kedua negara.
Selain itu, perusahaan Belarus tersebut disebut telah bertemu dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia untuk membahas peluang kerja sama industri alat berat.
Peluang Kendaraan Komersial dan Tambang
Sementara itu, kunjungan ke MAZ difokuskan pada peluang pengembangan kendaraan komersial, bus, dan kendaraan industri dengan skema local assembly, transfer teknologi, hingga pengembangan kendaraan rendah emisi.
Di BelAZ Holding Company, pembahasan mengarah pada penguatan kerja sama alat berat pertambangan, termasuk pengembangan maintenance ecosystem dan rantai pasok ban kendaraan berat berbasis karet alam Indonesia.
“Kami melihat perusahaan-perusahaan Belarus berpengalaman dalam memproduksi berbagai macam produk alat berat, terutama yang dapat memperkuat industrialisasi, mekanisasi pertanian modern, serta pengembangan industri alat berat di Indonesia,” ujar Airlangga.
Kedua pihak juga membahas pengembangan singkong menjadi etanol serta penggunaan baterai nikel untuk mendukung modernisasi pertanian dan kendaraan berat pertambangan.
Pemerintah Belarus disebut masih membutuhkan pemetaan kebutuhan alat berat Indonesia secara lebih rinci agar kerja sama dapat berjalan sesuai kebutuhan industri di lapangan.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Sidang Komisi Bersama ke-8 RI-Belarus Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





