HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Bangun Lima Gudang Baru di Wilayah 3T Kepri untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bulog Bangun Lima Gudang Baru di Wilayah 3T Kepri untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Foto: Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang Arief Alhadihaq (sumber: ANTARA/Ogen)

Pantau - Perum Bulog terus memperluas pendistribusian program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) beras medium di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Provinsi Kepulauan Riau melalui pembangunan lima gudang baru mulai tahun 2026.

Program pembangunan gudang tersebut menjadi bagian dari peran Bulog dalam mengawal swasembada pangan berkelanjutan sekaligus meningkatkan ketahanan pangan di daerah perbatasan.

Kepala Bulog Cabang Tanjungpinang Arief Alhadihaq mengatakan, "Khusus di Kepri, tahun ini akan dibangun infrastruktur pasca panen, berupa gudang Bulog di lima titik yang menyasar pulau 3T, seperti Natuna, Anambas, dan Lingga."

Pembangunan Gudang di Natuna, Anambas, dan Lingga

Di Kabupaten Natuna, Bulog akan membangun tiga gudang baru yang berlokasi di Pulau Laut, Midai, dan Serasan.

Masing-masing gudang di Natuna memiliki kapasitas penyimpanan sebanyak 1.000 ton beras.

Saat ini Natuna telah memiliki dua gudang Bulog di Ranai dan Sedanau dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton beras.

Dengan penambahan tersebut, Natuna nantinya memiliki total lima gudang Bulog untuk mendukung distribusi cadangan beras pemerintah (CBP).

Di Kabupaten Kepulauan Anambas, Bulog juga akan membangun satu gudang baru di Pulau Jemaja dengan kapasitas penyimpanan 1.000 ton beras.

Saat ini Kepulauan Anambas baru memiliki satu gudang Bulog di Tarempa dengan kapasitas 1.000 ton beras.

Sementara itu, Bulog juga akan menambah satu gudang baru di Kabupaten Lingga yang dipusatkan di Pulau Dabok dengan kapasitas 1.000 ton beras.

Realisasi pembangunan gudang di Lingga dijadwalkan dimulai pada tahun 2027.

Arief mengatakan, "Di Lingga baru terdapat satu gudang Bulog di Daik. Jarak antara Daik dan Dabok, sekitar satu jam perjalanan laut."

Antisipasi Kendala Distribusi dan Cuaca Ekstrem

Untuk kawasan lain di Kepulauan Riau seperti Batam, Pulau Bintan, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan, masing-masing telah memiliki satu gudang Bulog dengan kapasitas antara 2.000 hingga 3.500 ton.

Kapasitas tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan beras SPHP masyarakat di wilayah tersebut.

Di Kabupaten Karimun, Bulog saat ini masih menyewa gudang dengan kapasitas 800 ton beras.

Pemerintah pusat dalam waktu dekat juga akan membangun gudang Bulog permanen di Karimun dengan kapasitas 2.000 ton beras.

Penambahan gudang Bulog di kawasan 3T Kepulauan Riau merupakan usulan masyarakat dan pemerintah daerah setempat yang kemudian dikaji serta disetujui Bulog bersama pemerintah pusat.

Pembangunan gudang Bulog akan didanai melalui APBN, sedangkan pemerintah kabupaten dan kota diminta menyiapkan hibah lahan.

Bulog tidak hanya membangun gudang, tetapi juga kompleks pendukung yang dilengkapi kantor, rumah dinas, musala, dan fasilitas untuk buruh.

Arief mengatakan, "Kita akan menempatkan SDM Bulog di pulau 3T."

Menurut Arief, pembangunan lima gudang baru di Kepulauan Riau dilakukan karena kondisi geografis antarpulau memiliki jarak kendali yang jauh serta tantangan distribusi akibat jalur laut dan anomali cuaca.

Sebagai contoh, perjalanan laut dari Ranai menuju Pulau Laut memakan waktu sekitar enam jam.

Penambahan gudang baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan daerah sekaligus memperluas jangkauan distribusi beras medium dengan harga murah dan kualitas baik bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

Arief mengatakan, “Ke depan dengan adanya gudang Bulog seperti di Pulau Laut, harga beras tetap sesuai HET. Kita juga bisa memasok beras sejak jauh-jauh hari guna mengantisipasi musim angin utara dengan gelombang tinggi mencapai empat meter.”

Penulis :
Leon Weldrick