
Pantau - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo menyediakan rumah baca dan bantuan buku untuk mendukung akses pendidikan serta meningkatkan literasi masyarakat di wilayah operasional perusahaan dan daerah terdampak bencana.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan program tersebut dijalankan bertepatan dengan peringatan Hari Buku Nasional.
“Bertepatan dengan Hari Buku Nasional, kami melaksanakan sejumlah program literasi yang menyasar anak-anak di wilayah perkebunan dan daerah terdampak bencana,” kata Jatmiko dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Ia menyebut dukungan terhadap sarana literasi menjadi bagian dari penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG), khususnya pada pilar sosial dan pengembangan masyarakat.
PalmCo Salurkan Buku hingga Bangun Rumah Baca
Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PalmCo menyalurkan bantuan buku bacaan dan membangun fasilitas rumah baca di sejumlah wilayah.
Salah satu bantuan diberikan kepada Pesantren Asasul Huda di Desa Meunasah Tunong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, berupa 200 eksemplar buku bacaan untuk para santri.
“Peringatan Hari Buku Nasional kami jadikan sebagai momentum untuk meninjau kembali sejauh mana perusahaan dapat berkontribusi dalam mendukung akses pendidikan di wilayah operasional,” ujar Jatmiko.
Selain distribusi buku, PalmCo juga mengelola rumah baca permanen yang terintegrasi dengan fasilitas pendidikan di lingkungan perusahaan.
Beberapa rumah baca yang telah beroperasi berada di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, yakni di TK Mariani Desa Binjai dan TK Kenanga Desa Meliau Hilir.
Fasilitas tersebut dapat diakses anak-anak karyawan maupun masyarakat sekitar perkebunan.
Bantuan Literasi Juga Disalurkan Saat Bencana
PalmCo juga menjalankan program literasi untuk mendukung trauma healing anak-anak terdampak bencana melalui komunitas perempuan perusahaan, Srikandi PalmCo.
Komunitas tersebut menyalurkan belasan boks berisi ratusan buku bacaan anak ke wilayah terdampak bencana hidrologis di Aceh dan Sumatera.
Langkah itu dilakukan agar anak-anak di pengungsian tetap memiliki aktivitas edukatif dan hiburan positif selama masa sulit.
Perwakilan Yayasan Dayah Asaasul Huda, Tgk H Marzuki M Ali, menyambut baik bantuan tersebut karena dinilai membantu meningkatkan minat baca para santri.
“Kehadiran buku-buku baru ini membantu memotivasi santri kami untuk lebih rutin membaca,” ungkap Tgk Marzuki.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf






