
Pantau - Perum Bulog menjaga stabilitas harga minyak goreng di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, melalui penyaluran Minyakita dengan harga eceran tertinggi atau HET Rp17.500 per liter bagi masyarakat di wilayah perbatasan tersebut.
Program tersebut menjadi upaya Bulog membantu masyarakat Natuna yang selama ini harus membeli minyak goreng dengan harga lebih tinggi akibat biaya distribusi dari luar daerah.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian mengatakan Bulog mulai mendapat penugasan penyaluran Minyakita sejak Januari 2026.
“Penyaluran baru bisa dimulai pada Februari karena minyak baru tiba di Natuna dan masuk ke gudang di bulan tersebut,” kata Pencius.
Minyak goreng subsidi tersebut disalurkan melalui toko-toko mitra Bulog yang tersebar di Natuna.
Saat ini tercatat sebanyak 96 toko telah menjadi mitra Bulog untuk mendistribusikan Minyakita kepada masyarakat.
Distribusi Minyak Goreng Hadapi Tantangan Logistik
Bulog menyebut tingginya harga minyak goreng di Natuna dipengaruhi jalur distribusi yang panjang dan kompleks.
Untuk sampai ke Natuna, minyak goreng harus melewati dua kali jalur darat dan satu kali jalur laut sebelum akhirnya diterima masyarakat.
Sebelum program Minyakita berjalan, harga minyak goreng di Natuna bahkan bisa mencapai Rp20 ribu per liter.
Kondisi tersebut cukup memberatkan masyarakat, terutama keluarga kecil yang setiap hari membutuhkan minyak goreng untuk kebutuhan rumah tangga.
Warga Akui Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Hemat
Program Minyakita disebut membantu masyarakat mengurangi pengeluaran bulanan karena harga minyak goreng menjadi lebih terjangkau dan mudah ditemukan.
Lina, seorang ibu rumah tangga di Natuna, mengaku kehadiran Minyakita membantu menekan pengeluaran kebutuhan dapur keluarganya.
Ia mengatakan setelah program tersebut berjalan, dirinya mampu menghemat sekitar Rp18 ribu setiap bulan.
Penghematan itu tidak hanya berasal dari harga yang lebih murah, tetapi juga karena minyak goreng kini tersedia di banyak toko di sekitar tempat tinggalnya.
Program distribusi Minyakita tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga stabilitas pangan dan harga kebutuhan pokok hingga wilayah perbatasan Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





