
Pantau - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa pagi melemah 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp17.685 per dolar Amerika Serikat dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp17.668 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah perhatian pelaku pasar terhadap perkembangan global dan arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat.
Pergerakan mata uang Garuda juga dipengaruhi sentimen pasar yang masih cenderung berhati-hati terhadap kondisi geopolitik internasional dan kebijakan suku bunga global.
Pelaku Pasar Cermati Sentimen Global
Tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi meningkatnya permintaan dolar AS di pasar keuangan global.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran setelah Presiden Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran.
Sentimen global tersebut turut memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
BI Optimistis Rupiah Kembali Stabil
Sebelumnya, Bank Indonesia menyatakan optimistis nilai tukar rupiah akan kembali stabil seiring menurunnya permintaan valuta asing pada paruh kedua tahun ini.
Pemerintah dan otoritas moneter juga terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar obligasi dan pasar valuta asing.
Pelaku pasar kini menanti arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang dinilai akan memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
- Penulis :
- Aditya Yohan





