HOME  ⁄  Ekonomi

Jeffrey Hendrik Optimistis Prospek Ekonomi dan Pasar Modal Indonesia Tetap Positif

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Jeffrey Hendrik Optimistis Prospek Ekonomi dan Pasar Modal Indonesia Tetap Positif
Foto: Arsip - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik di Ruang Media Gedung BEI, Jakarta, Senin 18/5/2026 (sumber: ANTARA/Muhammad Heriyanto)

Pantau - Pejabat Sementara Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional dan pasar modal Indonesia usai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Rabu 20 Mei 2026.

Jeffrey menyampaikan optimismenya saat diwawancarai di Gedung BEI, Jakarta.

"Kita optimistis, optimis dengan prospek ekonomi kita," ungkap Jeffrey Hendrik.

Jeffrey menilai kinerja pasar modal Indonesia ke depan akan didorong oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi serta iklim investasi yang semakin kondusif.

"Iya, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, dengan kemudahan berusaha dan investasi tentu kita optimis," ujarnya.

IHSG Melemah karena Faktor Teknikal

Jeffrey menjelaskan pelemahan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari itu hanya dipengaruhi faktor teknikal.

"Itu kan teknikal," kata Jeffrey Hendrik.

Berdasarkan data penutupan perdagangan sesi I di BEI, IHSG ditutup melemah 38,50 poin atau 0,60 persen ke posisi 6.332,18.

Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan justru naik 0,23 poin atau 0,04 persen ke posisi 635,05.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak sembilan sektor mengalami pelemahan pada perdagangan tersebut.

Sektor transportasi dan logistik menjadi sektor dengan penurunan terdalam sebesar 4,12 persen.

Sektor barang baku turun sebesar 4,07 persen.

Sektor energi melemah sebesar 2,73 persen.

Pemerintah Targetkan Ekonomi Tumbuh hingga 6,5 Persen

Dalam pidatonya mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada tahun 2027.

Target pertumbuhan ekonomi tersebut akan dicapai melalui strategi ekonomi yang tepat serta kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan.

Pemerintah juga memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 pada tahun 2027.

Presiden Prabowo tercatat sebagai Presiden RI pertama yang menyampaikan langsung pendahuluan RAPBN yang mencakup kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal di hadapan anggota DPR RI.

Penulis :
Shila Glorya