HOME  ⁄  Ekonomi

Pemprov DKI Perketat Pemantauan Harga Pangan Jelang Idul Adha 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemprov DKI Perketat Pemantauan Harga Pangan Jelang Idul Adha 2026
Foto: (Sumber: Arsip foto - Komoditas cabai rawit merah, hijau, dan cabai merah keriting yang dijual pedagang di Pasar Kramat Jati, Jakarta. ANTARA/Harianto.)

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian atau KPKP memperketat pemantauan fluktuasi harga pangan menjelang Idul Adha 1447 Hijriah agar tetap terkendali.

Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim mengatakan Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan di tengah kenaikan permintaan masyarakat menjelang hari raya.

“Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung terus bekerja keras menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Fluktuasi harga menjelang Idul Adha adalah fenomena musiman yang sedang kami pantau ketat,” ungkap Chico.

Pemprov DKI Jakarta juga terus berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID dan Badan Pangan Nasional atau Bapanas guna menjaga kestabilan harga pangan secara keseluruhan.

Dinas KPKP melakukan pengawasan harian terhadap pasokan dan distribusi komoditas strategis di pasar-pasar utama Jakarta.

Pemerintah turut memantau rantai pasok dari daerah produsen hingga konsumen termasuk pengawasan mutu dan keamanan pangan.

“Pengawasan harian oleh Dinas KPKP terhadap pasokan dan distribusi komoditas strategis di pasar-pasar utama Jakarta. Pemantauan rantai pasok dari daerah produsen hingga konsumen, termasuk pengawasan mutu dan keamanan pangan,” ujar Chico.

Koordinasi Pasokan dan Transparansi Harga

Koordinasi lintas wilayah dengan pemerintah pusat dan daerah penghasil dilakukan untuk mengatasi gangguan pasokan akibat faktor cuaca.

Pemprov DKI Jakarta juga melakukan transparansi data harga pangan melalui Informasi Harga Pangan Jakarta atau IPJ agar masyarakat dan pedagang dapat memantau perkembangan harga secara rutin.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok mengatakan sejumlah komoditas hortikultura mengalami kenaikan harga pada minggu kedua Mei 2026 dibanding pekan sebelumnya.

Harga Cabai dan Bawang Mengalami Kenaikan

Cabai rawit merah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 12,12 persen atau Rp8.689 per kilogram dari Rp71.664 menjadi Rp80.354 per kilogram.

Cabai merah keriting naik 5,61 persen atau Rp2.926 per kilogram dari Rp52.117 menjadi Rp55.103 per kilogram.

Harga bawang merah meningkat 3,96 persen atau Rp2.082 per kilogram dari Rp52.615 menjadi Rp54.697 per kilogram.

Cabai merah TW juga mengalami kenaikan 3,84 persen atau Rp2.306 per kilogram dari Rp60.069 menjadi Rp62.375 per kilogram.

Sementara cabai rawit hijau naik 3,05 persen atau Rp1.773 per kilogram dari Rp58.166 menjadi Rp59.939 per kilogram.

Berita ini juga menyinggung kenaikan harga pangan yang dipicu meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha serta harga cabai rawit di Pasar Slipi yang menembus Rp80 ribu per kilogram.

Penulis :
Gerry Eka