
Pantau - PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) menandatangani pembiayaan investasi kepada PT Greenroof Energy Indonesia (GREI/CN Greenroof Asia) dengan limit fasilitas kredit investasi maksimum Rp125 miliar untuk mendukung pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia.
Pembiayaan Digunakan untuk Refinancing Proyek PLTS
Pembiayaan tersebut digunakan untuk refinancing pembangunan proyek photovoltaic solar panel atau PLTS milik GREI yang telah beroperasi.
Pemegang saham PT GREI berasal dari CN Green Roof Asia Pte. Ltd. yang merupakan joint venture Climate Fund Managers melalui Climate Investor One (CI1) dan Norfund.
CN Green Roof Asia berfokus pada investasi konstruksi, operasi energi surya, serta energy storage solution di Indonesia, Vietnam, dan Filipina.
Climate Investor One diketahui memiliki fasilitas blended finance senilai 1 miliar dolar AS yang berfokus pada infrastruktur energi terbarukan di negara berkembang.
Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI Sylvi J. Gani mengatakan pembiayaan tersebut turut mendapat dukungan investor sektor publik dan swasta internasional.
“Fasilitas ini didukung oleh investor dari sektor publik dan swasta, termasuk Komisi Uni Eropa melalui Global Gateway sebagai bagian dari komitmen Uni Eropa dalam mendukung pengembangan energi berkelanjutan, aksi iklim, dan investasi infrastruktur hijau berkualitas,” ujar Sylvi.
Climate Fund Managers merupakan perusahaan patungan antara FMO dari Belanda dan Sanlam Infraworks dari Afrika Selatan.
Sementara Norfund merupakan dana investasi Pemerintah Norwegia untuk negara berkembang dengan misi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas hidup.
PT SMI Dorong Transisi Energi dan Proyek Hijau
Pada 2024, Norfund mencatat komitmen investasi lebih dari 4 miliar dolar AS di Asia Tenggara, Afrika Sub-Sahara, dan Amerika Tengah.
Sekitar 40 persen portofolio investasi Norfund dialokasikan untuk sektor energi ramah lingkungan.
Sylvi menegaskan PT SMI berkomitmen mendukung pengembangan energi baru terbarukan melalui pembiayaan berkelanjutan dan berdampak.
“Kolaborasi dengan PT GREI diharapkan dapat memperluas pemanfaatan energi surya di sektor komersial dan industri, sekaligus memperkuat upaya Indonesia dalam mencapai target transisi energi dan pengurangan emisi karbon,” katanya.
Direktur PT GREI Eduardus Pandik menyebut kerja sama tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat pengembangan proyek energi surya di Indonesia.
“Dukungan pembiayaan dari PT SMI menjadi langkah strategis bagi PT GREI untuk terus memperluas pengembangan PLTS di Indonesia. Kami percaya pemanfaatan energi surya tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan efisiensi energi dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi hijau yang lebih luas,” ujar Eduardus.
PT GREI merupakan penyedia solusi energi surya dan energy storage solution dengan skema pembiayaan jangka panjang tanpa investasi awal pelanggan.
Dalam model bisnis tersebut, PT GREI menanggung biaya investasi, instalasi, operasional, dan pemeliharaan PLTS sehingga pelanggan memperoleh penghematan biaya listrik sekaligus mendukung penggunaan energi ramah lingkungan.
CN Green Roof Asia menargetkan ekspansi pengembangan energi surya dari 110 MW menjadi 500 MW dalam lima tahun ke depan di Asia Tenggara termasuk Indonesia, Vietnam, dan Filipina.
Kerja sama tersebut juga memperkuat peran PT SMI sebagai Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform Manager dengan fokus pembiayaan pada proyek hijau dan transisi energi di Indonesia.
Langkah tersebut dinilai mendukung Astacita pemerintah terutama pada kemandirian energi dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
PT SMI menegaskan akan terus mendorong pembiayaan inovatif untuk pembangunan rendah karbon dan percepatan target net zero emission Indonesia di masa depan.
- Penulis :
- Gerry Eka





