
Pantau - Ketua Umum PLN Watch KRT Tohom Purba mengimbau masyarakat mendukung proses pemulihan sistem kelistrikan setelah terjadi pemadaman listrik massal atau blackout di sejumlah wilayah Sumatera.
Tohom menilai langkah cepat PLN bersama Bareskrim Polri menunjukkan penanganan gangguan kelistrikan nasional dilakukan secara serius, profesional, dan transparan.
Ia mengatakan masyarakat perlu melihat persoalan blackout secara objektif apabila dari hasil penyelidikan sementara belum ditemukan unsur kesengajaan manusia.
Menurutnya, sistem kelistrikan modern sangat dipengaruhi faktor teknis dan cuaca ekstrem.
“Hal terpenting saat ini adalah mendukung proses pemulihan dan penguatan sistem kelistrikan ke depan,” ungkap KRT Tohom Purba.
Ia menjelaskan blackout berskala besar dapat menimbulkan efek domino pada jaringan transmisi dan pembangkit, terutama jika gangguan terjadi pada backbone utama sistem interkoneksi.
PLN Dinilai Mampu Pulihkan Sistem dengan Cepat
Tohom menilai respons cepat PLN dalam memulihkan jutaan pelanggan dalam waktu relatif singkat menunjukkan kesiapan personel dan infrastruktur ketenagalistrikan nasional semakin meningkat.
Ia menyebut gangguan transmisi pada sistem sebesar Sumatera dapat menciptakan ketidakseimbangan beban yang kompleks.
Menurutnya, kemampuan PLN melakukan pemulihan bertahap menunjukkan kapasitas engineering dan mitigasi PLN semakin baik.
Tohom memandang peristiwa blackout harus menjadi momentum untuk mempercepat modernisasi jaringan listrik nasional.
Modernisasi tersebut mencakup penguatan transmisi backbone 500 kV dan 275 kV sesuai arahan pemerintah.
PLN Watch Minta Masyarakat Tidak Berspekulasi
Tohom mengatakan Indonesia membutuhkan sistem kelistrikan yang kuat sekaligus adaptif terhadap cuaca ekstrem dan peningkatan kebutuhan energi nasional.
Ia menegaskan transformasi sektor energi tidak cukup hanya membangun pembangkit listrik.
Menurutnya, perlu adanya penguatan transmisi, digitalisasi pengawasan jaringan, predictive maintenance, hingga sistem proteksi berlapis agar gangguan tidak meluas.
PLN Watch juga meminta masyarakat memberi ruang kepada PLN dan aparat untuk menyelesaikan investigasi secara menyeluruh tanpa membangun spekulasi yang memperkeruh situasi.
Tohom mengingatkan stabilitas pasokan listrik berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pelayanan publik, industri, hingga keamanan nasional.
Sebelumnya, Polri telah menerjunkan tim untuk menyelidiki penyebab blackout di sejumlah wilayah Sumatera.
Hasil pemeriksaan awal di titik putus sambungan SUTET 175-176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muara Jambi belum menemukan indikasi unsur kesengajaan manusia.
PLN juga menyampaikan indikasi awal gangguan dipicu cuaca buruk yang memengaruhi sistem transmisi 275 kV Muaro Bungo–Sungai Rumbai.
Gangguan tersebut kemudian memicu gangguan berantai pada sistem kelistrikan Sumatera.
- Penulis :
- Gerry Eka





