HOME  ⁄  Ekonomi

OJK: Pasar Modal Jawa Timur Tumbuh Positif, Jumlah Investor dan Transaksi Saham Melonjak

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

OJK: Pasar Modal Jawa Timur Tumbuh Positif, Jumlah Investor dan Transaksi Saham Melonjak
Foto: Kantor Perwakilan Otoritas Jada Keuangan (OJK) Jawa Timur di Surabaya. (sumber: OJK Jatim)

Pantau - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur menyatakan perkembangan pasar modal di Jawa Timur menunjukkan tren positif yang tercermin dari pertumbuhan jumlah investor, nilai transaksi saham, kepemilikan saham, hingga sektor securities crowdfunding (SCF).

Kepala OJK Jawa Timur Yunita Linda Sari menyampaikan bahwa kepercayaan investor Jawa Timur terhadap pasar saham nasional masih terjaga di tengah perkembangan pasar keuangan yang dinamis.

Jumlah Single Investor Identification (SID) saham di Jawa Timur tercatat mencapai 1.205.606 SID atau tumbuh 39,48 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

SID Surat Berharga Negara (SBN) mencapai 193.665 SID atau meningkat 18,09 persen yoy.

SID reksa dana mencapai 2.252.901 SID atau tumbuh 32,64 persen yoy.

OJK menilai peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya kesadaran masyarakat Jawa Timur terhadap investasi yang didukung digitalisasi layanan keuangan dan peningkatan literasi keuangan.

Transaksi dan Kepemilikan Saham Meningkat

Pada Januari 2026, nilai transaksi beli saham tercatat sebesar Rp37,2 miliar atau meningkat 225,91 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai transaksi jual saham mencapai Rp35,54 miliar atau tumbuh 224,35 persen secara tahunan.

Total transaksi saham pada Januari 2026 mencapai Rp72,74 miliar atau naik 225,15 persen dibanding Januari 2025 yang sebesar Rp22,37 miliar.

OJK menilai peningkatan transaksi menunjukkan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap pasar saham nasional.

Faktor pendorong pertumbuhan tersebut antara lain kondisi pasar yang lebih bullish, potensi keuntungan yang menarik, meningkatnya partisipasi investor ritel, serta kemudahan akses melalui platform digital.

Yunita Linda Sari menilai investor di Jawa Timur semakin matang dalam menentukan pilihan investasi dan menerapkan strategi perdagangan saham.

Dari sisi kepemilikan, nilai saham yang dimiliki investor Jawa Timur pada Februari 2026 mencapai Rp159,28 miliar atau meningkat 73,82 persen secara tahunan.

Pertumbuhan kepemilikan saham didorong oleh membaiknya sentimen pasar, kondisi ekonomi yang relatif stabil, serta meningkatnya kepercayaan investor.

Reksa Dana dan Securities Crowdfunding Tumbuh Kuat

Pada sektor reksa dana, nilai penjualan reksa dana pada Desember 2025 mencapai Rp4,9 miliar atau tumbuh 154,60 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh membaiknya kondisi pasar, menurunnya tekanan suku bunga, dan meningkatnya minat terhadap instrumen investasi yang dikelola secara profesional.

Jumlah nasabah institusi reksa dana meningkat 73,26 persen sepanjang 2025 yang menunjukkan semakin tingginya kepercayaan investor institusional terhadap produk reksa dana.

Jumlah nasabah perorangan juga terus bertambah meskipun laju pertumbuhannya mulai melambat.

OJK menilai kondisi tersebut menunjukkan pasar investor ritel di Jawa Timur mulai memasuki fase yang lebih matang.

Pada sektor Securities Crowdfunding (SCF), hingga Februari 2026 terdapat 34 penerbit aktif di Jawa Timur.

Jumlah investor SCF mencapai 7.938 orang dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp61,7 miliar.

Sektor barang konsumsi utama (primary consumer goods) menjadi sektor dengan penghimpunan dana terbesar melalui SCF.

OJK menyimpulkan bahwa pasar modal Jawa Timur mengalami pemulihan dan pertumbuhan yang kuat setelah sempat mengalami tekanan pada periode sebelumnya.

Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor, kebutuhan diversifikasi portofolio, serta semakin pentingnya instrumen investasi yang fleksibel dan mudah diakses melalui ekosistem digital keuangan yang terus berkembang.

Penulis :
Leon Weldrick