
Pantau - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat menghadirkan layanan listrik 24 jam penuh untuk 1.396 rumah tangga di empat distrik Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.
Empat distrik yang kini menikmati layanan listrik 24 jam tersebut adalah Minyambouw, Taige, Hink, dan Anggi Gida dengan peningkatan layanan dari sebelumnya hanya 6 hingga 12 jam per hari.
Peningkatan Layanan dan Komitmen Pemerataan Energi
General Manager PT PLN (Persero) UIWP2B Roberth Rumsaur menyampaikan bahwa perluasan jam nyala listrik merupakan komitmen perusahaan dalam menghadirkan akses energi yang merata hingga wilayah pedalaman.
Ia mengungkapkan, "Masyarakat di empat distrik tersebut kini dapat menikmati pasokan listrik yang lebih andal dan stabil sepanjang hari," ungkapnya.
Roberth menegaskan bahwa pencapaian listrik 24 jam ini merupakan hasil kerja tim lapangan yang menghadapi tantangan geografis dan medan berat di Pegunungan Arfak.
Pembangunan Jaringan dan Dampak bagi Masyarakat
Untuk mendukung layanan tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 23,75 kilometer sirkuit serta Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 21,29 kilometer sirkuit di wilayah tersebut.
PLN menyatakan bahwa kehadiran listrik 24 jam diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mendukung aktivitas warga di Pegunungan Arfak.
Salah satu warga Distrik Minyambouw, Paulus, menyampaikan apresiasi terhadap peningkatan layanan tersebut dengan mengatakan, "Ini merupakan harapan lama masyarakat yang kini akhirnya terwujud melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah kami," ungkapnya.
PLN berharap keberlanjutan pasokan listrik ini dapat memperkuat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua Barat.
- Penulis :
- Arian Mesa

