HOME  ⁄  Ekonomi

Wakil Ketua Komisi IV DPR Minta Narasi Swasembada Pangan Tidak Didistorsi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wakil Ketua Komisi IV DPR Minta Narasi Swasembada Pangan Tidak Didistorsi
Foto: (Sumber : Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto (kiri), Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari (tengah). ANTARA/HO-Kementan.)

Pantau - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Abdul Kharis Almasyhari meminta berbagai pihak berhati-hati dalam membangun narasi terkait swasembada pangan agar tidak mendistorsi upaya pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kritis Boleh, Namun Harus Berdasarkan Fakta

Kharis menyoroti munculnya sejumlah narasi yang dinilai berpotensi menggiring opini publik seolah-olah swasembada pangan mustahil dicapai meski berbagai indikator sektor pertanian menunjukkan perbaikan.

"Ketika berbagai indikator pertanian menunjukkan perbaikan, kita perlu berhati-hati terhadap upaya-upaya yang menggiring opini seolah-olah swasembada pangan mustahil dicapai," kata Kharis.

Menurutnya, kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian penting dalam demokrasi, namun harus dibangun berdasarkan data dan fakta yang objektif.

“Kritik tentu penting, tetapi jangan sampai berubah menjadi narasi yang mendistorsi kerja keras petani dan seluruh stakeholder yang sedang berjuang memperkuat kemandirian pangan nasional,” ujarnya.

Ia menilai narasi yang tidak berdasar dapat melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan bangsa dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Swasembada Pangan Dinilai Sebagai Agenda Strategis Nasional

Sebagai pimpinan Komisi IV DPR yang membidangi pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, kelautan, dan perikanan, Kharis menegaskan swasembada pangan bukan sekadar target produksi sektor pertanian.

Menurutnya, swasembada pangan merupakan agenda strategis nasional yang berkaitan langsung dengan ketahanan negara, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri akan memiliki daya tahan lebih kuat dalam menghadapi tekanan global, gejolak ekonomi, maupun ketidakpastian geopolitik.

Kharis mengakui tantangan seperti perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan dinamika ekonomi global harus diantisipasi dengan serius.

Namun, ia menegaskan berbagai tantangan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk meragukan kemampuan petani Indonesia dalam meningkatkan produksi pangan nasional.

Kharis juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung upaya penguatan sektor pertanian demi mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan