
Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri susu nasional melalui program digitalisasi tempat penerimaan susu (TPS) sebagai bagian dari upaya penguatan rantai pasok susu segar dalam negeri guna mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan susu merupakan komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Agus menegaskan, "Industri susu memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat. Rendahnya tingkat konsumsi susu di Indonesia justru menjadi peluang besar bagi pengembangan industri susu nasional ke depan".
Digitalisasi TPS diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan rantai pasok susu, memperkuat transparansi proses penerimaan susu, serta meningkatkan kualitas bahan baku susu segar untuk mendukung pengembangan industri pengolahan susu nasional yang berkelanjutan.
Upaya tersebut juga sejalan dengan peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 yang dijadikan momentum strategis untuk meningkatkan konsumsi susu masyarakat sekaligus memperkuat daya saing industri susu dalam negeri.
Konsumsi Susu Masih Rendah dan Ketergantungan Impor Tinggi
Berdasarkan data World Population Review tahun 2022, konsumsi susu masyarakat Indonesia mencapai sekitar 17,76 liter per kapita per tahun.
Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan konsumsi susu masyarakat di Malaysia, Singapura, dan Vietnam.
Di sisi lain, kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu nasional mencapai sekitar 5 juta ton setara susu segar per tahun.
Sekitar 80 persen kebutuhan bahan baku tersebut masih dipenuhi melalui impor.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menegaskan pentingnya penguatan pasokan susu segar dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor.
Putu menyatakan, "Penguatan rantai pasok susu segar dalam negeri melalui program kemitraan menjadi salah satu kunci utama. Sinergi antara peternak rakyat, koperasi, dan industri pengolahan susu perlu terus diperkuat guna menciptakan ekosistem industri persusuan yang terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan".
Kemenperin juga mendorong percepatan hilirisasi industri susu, peningkatan kualitas bahan baku, pengembangan inovasi produk, serta penguatan kemitraan antara industri pengolahan susu dan peternak.
Digitalisasi TPS Libatkan Lebih dari 12.000 Peternak
Sebagai dukungan terhadap sektor hulu, Kemenperin mendorong peningkatan kualitas susu segar melalui penyediaan teknologi cooling unit dan program digitalisasi TPS.
Hingga tahun 2024, program digitalisasi telah diterapkan pada 96 TPS yang berada di bawah naungan sembilan koperasi di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Program tersebut melibatkan lebih dari 12.000 peternak sapi perah.
Selain digitalisasi TPS, Kemenperin juga mengembangkan aplikasi pemantauan pasokan susu segar dalam negeri untuk memonitor ketersediaan bahan baku industri pengolahan susu.
Sistem pemantauan tersebut memanfaatkan data dari mesin dan peralatan digital yang digunakan di koperasi maupun TPS.
Pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat transparansi data, serta meningkatkan akuntabilitas rantai pasok industri susu nasional.
Pemerintah juga menginisiasi Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan Industri Makanan dan Minuman melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 40 Tahun 2024.
Program tersebut memberikan fasilitas penggantian sebagian biaya atau reimbursement hingga 35 persen untuk pembelian mesin dan peralatan baru.
Penerima manfaat program meliputi industri pengolahan susu, koperasi yang menjadi mitra industri, serta kelompok peternak yang menjadi mitra industri.
Putu menambahkan kenaikan pendapatan masyarakat, meningkatnya tren gaya hidup sehat, dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diyakini menjadi katalisator bagi peningkatan investasi serta produktivitas industri pengolahan susu nasional.
- Penulis :
- Arian Mesa





