HOME  ⁄  Ekonomi

PGE Raih Pendanaan Internasional 477,87 Juta Dolar AS untuk Tiga Proyek Panas Bumi Strategis

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PGE Raih Pendanaan Internasional 477,87 Juta Dolar AS untuk Tiga Proyek Panas Bumi Strategis
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Salah satu PLTP yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). ANTARA/HO-PGE.)

Pantau - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memperoleh pendanaan internasional senilai 477,87 juta dolar AS untuk pengembangan tiga proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Indonesia yang masuk dalam Green Book 2026 Bappenas.

Pendanaan tersebut dialokasikan untuk proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 dengan kapasitas masing-masing 55 MW serta PLTP Lahendong Unit 7-8 berkapasitas 50 MW melalui skema on-lending dengan pembiayaan concessional loan yang menawarkan suku bunga lebih rendah dan tenor lebih panjang dibanding pembiayaan komersial.

Rincian Pendanaan dan Target Operasi

PLTP Lumut Balai Unit 3 mendapatkan pendanaan sebesar 158,86 juta dolar AS dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan target commercial operation date (COD) pada 2030.

PLTP Lumut Balai Unit 4 memperoleh pendanaan sebesar 148,97 juta dolar AS dari JICA dengan target COD pada 2032.

Sementara itu, PLTP Lahendong Unit 7-8 menerima pendanaan sebesar 170,04 juta dolar AS dari Bank Dunia dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2030.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan, "Ketiga proyek tersebut merupakan bagian dari roadmap PGE untuk mengembangkan potensi panas bumi hingga tiga gigawatt (GW)."

Ia mengungkapkan, "Setelah beroperasi, proyek-proyek ini akan menambah pasokan listrik rendah emisi dan memperkuat peran panas bumi dalam bauran energi nasional."

Masuk Green Book dan Kinerja Positif Perseroan

Ahmad Yani menjelaskan dukungan pendanaan tersebut diperoleh setelah ketiga proyek PGE masuk ke dalam Green Book 2026 yang diterbitkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.

"Capaian ini mencerminkan kesiapan proyek untuk memasuki tahap pengembangan berikutnya, seiring dengan kinerja bisnis dan operasional perseroan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif," ujarnya.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, PGE mencatat laba bersih sebesar 43,90 juta dolar AS atau meningkat 40 persen dibandingkan 31,35 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan juga membukukan pendapatan sebesar 116,56 juta dolar AS atau tumbuh 14,8 persen secara tahunan.

Pada 2025, PGE mencatat produksi listrik tertinggi sepanjang sejarah perusahaan dengan total produksi mencapai 5.095 GWh.

Kinerja tersebut berlanjut pada kuartal I 2026 ketika produksi listrik meningkat 15,22 persen menjadi 1.370 GWh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ahmad Yani mengatakan, "Masuknya proyek ke dalam green book menjadi tonggak penting menuju implementasi dan pengembangan lanjutan."

Green Book 2026 merupakan Daftar Rencana Prioritas Pinjaman Luar Negeri Tahun 2026 yang memuat proyek nasional yang telah memperoleh komitmen pendanaan dari berbagai mitra pembangunan internasional dan disusun berdasarkan Keputusan Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor Kep. 52/M.PPN/IIK/06/2026.

Penulis :
Ahmad Yusuf