HOME  ⁄  Ekonomi

Wamenaker Afriansyah Ajak Mahasiswa Perkuat Kompetensi dan Sertifikasi Hadapi Dunia Kerja

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wamenaker Afriansyah Ajak Mahasiswa Perkuat Kompetensi dan Sertifikasi Hadapi Dunia Kerja
Foto: (Sumber : Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Mercubuana Competency Network (MBCN) 2026 bertema “Urgensi Sertifikasi Kompetensi bagi Mahasiswa dalam Menghadapi Dunia Kerja” di Jakarta, Senin (8/6/2026). (ANTARA/HO-Kemnaker RI).)

Pantau - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengajak mahasiswa memperkuat kompetensi, pendidikan, dan sertifikasi agar lebih siap menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif.

Pernyataan tersebut disampaikan Afriansyah saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Mercubuana Competency Network (MBCN) 2026 bertema “Urgensi Sertifikasi Kompetensi bagi Mahasiswa dalam Menghadapi Dunia Kerja” di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Sertifikasi Dinilai Penting Tingkatkan Daya Saing

Afriansyah menegaskan pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun pengetahuan, pola pikir, dan karakter mahasiswa.

“Namun demikian, bekal akademik saja belum cukup untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, sertifikasi kompetensi menjadi bentuk pengakuan atas kemampuan seseorang yang telah memenuhi standar tertentu sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia usaha terhadap calon tenaga kerja.

“Di tengah perubahan yang begitu cepat, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan memperkuatnya melalui sertifikasi agar lebih siap bersaing di dunia kerja,” ungkapnya.

Mahasiswa Diminta Aktif Ikut Pelatihan dan Magang

Wamenaker mendorong mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan keterampilan melalui berbagai program seperti pelatihan, magang, dan uji kompetensi.

“Jadikan masa kuliah sebagai kesempatan untuk terus belajar dan mengasah kemampuan. Ikuti pelatihan, magang, serta uji kompetensi, karena pengalaman dan pengakuan atas kompetensi akan menjadi nilai tambah ketika memasuki pasar kerja,” katanya.

Afriansyah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan industri dalam menciptakan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Pendidikan memberikan dasar yang kuat, kompetensi menunjukkan kemampuan untuk bekerja, sedangkan sertifikasi menjadi bukti bahwa kemampuan tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan. Ketiga aspek ini harus berjalan beriringan untuk melahirkan SDM Indonesia yang unggul,” ujarnya.

Ia berharap penguatan pendidikan, kompetensi, dan sertifikasi dapat melahirkan tenaga kerja yang adaptif, produktif, serta mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Penulis :
Aditya Yohan