
Pantau - Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pembangunan 100 infrastruktur pascapanen atau gudang baru di berbagai daerah menjadi solusi permanen untuk memperkuat ekosistem pangan nasional dari hulu hingga hilir.
Amran menyampaikan pembangunan fasilitas tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pangan, memperlancar distribusi, dan menjaga stabilitas harga di tengah berbagai tantangan sektor pangan nasional.
Pemerintah Bangun 100 Gudang dengan Anggaran Rp5 Triliun
Pemerintah menyiapkan pembangunan 100 gudang penyimpanan pangan yang tersebar di berbagai sentra produksi nasional, terutama wilayah yang selama ini belum memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai.
Program tersebut didukung anggaran sekitar Rp5 triliun dan akan digunakan untuk menyimpan cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog.
"Pembangunan infrastruktur pascapanen menjadi salah satu solusi permanen dalam memperkuat ekosistem pangan nasional dari hulu hingga hilir," kata Amran.
Menurutnya, keberadaan gudang akan membantu menjaga pasokan pangan tetap tersedia secara berkelanjutan serta mengurangi risiko gangguan distribusi yang dapat memicu kenaikan harga.
"Ini solusi permanen. Jadi tidak ada lagi alasan harga (beras) naik. Kita ingin membangun sistem yang kuat sehingga pangan selalu tersedia, distribusi berjalan baik, dan masyarakat mendapatkan harga yang wajar," ungkapnya.
Amran menambahkan, "Kalau sistem ini berjalan dengan baik, inilah masa keemasan pangan Indonesia."
Terintegrasi dengan Bulog, Kopdes Merah Putih dan MBG
Amran menjelaskan gudang-gudang tersebut akan menjadi bagian dari ekosistem pangan nasional yang terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih, Perum Bulog, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Gudang menjadi induknya, kemudian Koperasi Desa Merah Putih menjadi penggeraknya di lapangan, sementara program MBG menjadi off taker yang menyerap hasil produksi petani. Jadi ini satu kesatuan ekosistem pangan nasional yang saling terhubung," ujarnya.
Pembangunan infrastruktur ini dinilai semakin penting karena stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog saat ini mencapai 5,3 juta ton, melampaui kapasitas gudang Bulog secara nasional yang sekitar 3 juta ton.
Untuk mengatasi keterbatasan kapasitas tersebut, Bulog menerapkan skema gudang filial guna menjaga kualitas dan kelancaran distribusi stok beras.
DPD RI Soroti Tantangan Distribusi Pangan
Ketua Komite II DPD RI Badikenita Br. Sitepu mengatakan Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan ketahanan pangan, mulai dari disparitas kondisi pangan antarwilayah, tingginya biaya logistik, hingga dampak perubahan iklim.
Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur pascapanen menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem distribusi pangan yang lebih merata dan efisien.
"Pemerintah juga telah menerbitkan berbagai kebijakan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur pasca panen, percepatan swasembada pangan yang dulu ditarget tiga tahun ternyata bisa diselesaikan dalam satu tahun," kata Badikenita.
Pembangunan 100 unit infrastruktur pascapanen tersebut merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026 yang mencakup gudang pangan, dryer, Rice Milling Unit (RMU), silo gabah, silo jagung, hingga fasilitas pengolahan beras modern yang akan dibangun di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, serta Papua.
- Penulis :
- Aditya Yohan





