
Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan tiga perusahaan yang berada dalam antrean initial public offering (IPO) siap melantai di pasar modal Indonesia pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan tiga perusahaan tersebut berasal dari satu sektor barang konsumen primer dan dua sektor kesehatan yang saat ini berada dalam tahap akhir proses persetujuan.
“Terdapat, satu perusahaan di sektor consumer non-cyclicas yang sudah mendapatkan persetujuan prinsip bursa, dan dua perusahaan di bidang healthcare berpotensi besar untuk mendapatkan persetujuan prinsip bursa di bulan ini juga. Ketiganya berencana akan dicatatkan di akhir Juni atau awal Juli 2026,” ungkapnya kepada awak media di Jakarta, Selasa.
Antrean IPO Tersisa 12 Perusahaan
BEI mencatat terdapat 12 perusahaan yang masih berada dalam antrean IPO per 5 Juni 2026.
Jumlah tersebut berkurang dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat 15 perusahaan dalam antrean per 22 Mei 2026.
Nyoman menjelaskan sembilan perusahaan lainnya masih menjalani proses evaluasi dan penelaahan dokumen oleh bursa sebelum memperoleh persetujuan untuk melanjutkan proses pencatatan saham.
Dari tiga perusahaan yang keluar dari antrean, terdapat beberapa yang melakukan revisi laporan keuangan, melengkapi dokumen persyaratan, serta ada yang belum memperoleh persetujuan.
“Ada yang revisi laporan keuangan menggunakan LK terbaru, ada yang masih membutuhkan kelengkapan dokumen, ada yang belum disetujui,” ujarnya.
Pasar Modal Indonesia Tambah Emiten Baru
BEI juga mencatat sepanjang tahun 2026 hingga 5 Juni telah terdapat satu perusahaan yang berhasil melaksanakan IPO di pasar modal Indonesia.
Dengan tambahan tersebut, jumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia kini mencapai 957 emiten.
Penambahan emiten baru diharapkan dapat memperkuat pendalaman pasar modal nasional sekaligus memberikan alternatif pendanaan bagi perusahaan dari berbagai sektor usaha.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





