
Pantau - Kementerian PPN/Bappenas dan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) menjalin kerja sama untuk memperkuat perencanaan dan pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui penandatanganan Nota Kesepahaman yang disaksikan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.
Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti, dan Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas.
Rachmat Pambudy berharap kerja sama tersebut menjadi tonggak sejarah dalam pengembangan sektor strategis nasional yang mendukung program pemerintah.
Rachmat mengatakan, "Saya ingin ini menjadi tonggak sejarah kita. Ke depan, sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan akan menjadi sektor unggulan yang menopang program Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air. Dan posisi strategis PTPN I ke depan juga penting untuk mendukung pelaksanaan hilirisasi berbasis sumber daya alam secara berkelanjutan."
Fokus Pengembangan Hilirisasi Komoditas
Melalui kerja sama tersebut, Bappenas dan PTPN I akan fokus mengembangkan ekosistem hilirisasi komoditas kelapa, kopi, dan kakao.
Pengembangan komoditas tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan aset lahan milik PTPN I yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Kerja sama ini sejalan dengan arah pembangunan yang tertuang dalam RPJPN 2025–2045 dan mendukung target RPJMN 2025–2029.
Kedua dokumen pembangunan nasional tersebut menekankan transformasi ekonomi melalui hilirisasi komoditas unggulan untuk meningkatkan nilai tambah nasional.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, menilai keterlibatan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat transformasi ekonomi Indonesia.
Leonardo mengatakan, "Transformasi ekonomi Indonesia perlu diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas nasional melalui keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BUMN. Dalam hal ini, PTPN I memiliki posisi strategis sebagai penggerak sektor produksi dalam meningkatkan volume dan kualitas komoditas pangan bernilai tinggi agar mampu masuk ke rantai pasok industri dan pasar global."
Hadapi Tantangan Produktivitas dan Rantai Pasok
Sektor perkebunan nasional saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk stagnasi produktivitas yang berpotensi mengurangi daya saing nasional.
Rantai pasok yang belum terintegrasi secara optimal juga menyebabkan tingginya biaya logistik dan rendahnya nilai tambah yang diterima petani.
Selain itu, masih terdapat kesenjangan antara hasil riset dan implementasi di lapangan yang terlihat dari terbatasnya jumlah unit percontohan.
Mekanisme kemitraan inti-plasma juga dinilai belum berjalan optimal dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan.
Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, penguatan kerja sama antara Bappenas dan PTPN I akan difokuskan pada tiga pilar utama.
Pilar pertama adalah peningkatan produktivitas.
Pilar kedua adalah penguatan investasi.
Pilar ketiga adalah pengembangan industri.
Ketiga pilar tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi komoditas perkebunan sekaligus meningkatkan daya saing sektor perkebunan nasional.
- Penulis :
- Arian Mesa





