
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak volatil pada perdagangan Kamis seiring meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi sentimen pasar global.
Konflik Timur Tengah Jadi Sentimen Utama Pasar
IHSG dibuka melemah 3,11 poin atau 0,05 persen ke posisi 5.899,27, sementara Indeks LQ45 justru naik 0,83 poin atau 0,14 persen ke level 590,31.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menyebut perkembangan konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan pasar.
“Sentimen pasar tetap didominasi perkembangan di Timur Tengah, setelah CENTCOM mengumumkan gelombang baru serangan terhadap Iran atas instruksi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump,” ungkap Liza Camelia Suryanata.
Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump kembali memperingatkan Iran terkait kesepakatan damai, sementara Iran menegaskan akan membalas setiap ancaman maupun serangan yang diterimanya.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global, terutama karena Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20 persen distribusi minyak dunia masih berada dalam kondisi berisiko.
Data Domestik dan Global Turut Menjadi Perhatian Investor
Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga mencermati kebijakan moneter sejumlah bank sentral dan peluang perubahan suku bunga di Amerika Serikat.
Di dalam negeri, Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen pada Mei 2026 tetap berada di level tinggi 120,9, meski persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini mengalami penurunan.
Perbaikan Posisi Investasi Internasional Indonesia pada kuartal I 2026 juga menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor karena kewajiban neto turun menjadi 227,6 miliar dolar AS dengan struktur kewajiban luar negeri yang didominasi instrumen jangka panjang.
Pasar juga menunggu data penjualan ritel April 2026 untuk menilai daya beli masyarakat sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan





