HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat Mengikuti Bursa Global di Tengah Optimisme Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Menguat Mengikuti Bursa Global di Tengah Optimisme Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran
Foto: (Sumber : Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menguat pada perdagangan Jumat seiring sentimen positif dari pasar global yang dipicu optimisme terhadap potensi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Optimisme Perdamaian Dorong Penguatan Pasar Saham

IHSG dibuka naik 74,38 poin atau 1,26 persen ke posisi 5.960,27, sementara Indeks LQ45 turut menguat 9,97 poin atau 1,70 persen ke level 596,81.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengingatkan investor agar tetap berhati-hati menghadapi potensi gejolak pada akhir pekan.

Ia mengatakan, “Kiwoom Research perlu ingatkan para investor/trader untuk belum dulu mengambil posisi beli lebih banyak, untuk antisipasi gejolak social unrest/ factor global-domestic lainnya during weekend,” ujarnya.

Sentimen positif datang setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pembahasan dan poin-poin final kesepakatan damai dengan Iran telah disetujui seluruh pihak terkait dan penandatanganannya dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Meski demikian, konflik belum sepenuhnya mereda karena Amerika Serikat dan Iran masih saling melancarkan serangan hingga Kamis (11/6), sementara pelaku pasar tetap mencermati risiko gangguan pasokan energi global.

Investor Asing Masih Bersikap Selektif terhadap Pasar Indonesia

Di dalam negeri, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp61 miliar pada perdagangan sebelumnya sehingga akumulasi penjualan bersih sepanjang tahun berjalan mencapai sekitar Rp78,5 triliun.

Liza mengungkapkan, “Arus keluar dana asing menunjukkan bahwa investor global masih cenderung berhati-hati terhadap aset Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian domestik dan global, termasuk pelemahan rupiah, isu persepsi risiko Indonesia, serta berlanjutnya tren 'Sell Indonesia' yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir,” ujarnya.

Selain faktor tersebut, pelaku pasar juga memantau rencana aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta yang dinilai berpotensi menambah kekhawatiran investor terhadap stabilitas sosial dan politik.

Di pasar global, bursa saham Eropa dan Wall Street ditutup menguat, sementara sejumlah indeks utama di Asia seperti Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Strait Times juga dibuka di zona hijau.

Penulis :
Aditya Yohan