
Pantau - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp578,93 miliar pada 2027 untuk mendukung pencapaian target investasi nasional yang diproyeksikan meningkat 13,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Target Investasi 2027 Naik Menjadi Rp2.322 Triliun
Dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin, Rosan menjelaskan pemerintah menargetkan realisasi investasi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri mencapai Rp2.322 triliun pada 2027.
Target tersebut meningkat dari sasaran investasi 2026 yang sebesar Rp2.041,3 triliun sehingga dibutuhkan dukungan anggaran yang memadai.
Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mengusulkan kebutuhan anggaran sebesar Rp2,19 triliun.
Pagu Indikatif Dinilai Belum Penuhi Kebutuhan Minimal
Rosan menyampaikan pagu indikatif yang diterima untuk tahun anggaran 2027 sebesar Rp625,14 miliar atau turun 37,6 persen dibandingkan alokasi anggaran 2026.
“Angka ini baru memenuhi 52 persen kebutuhan kementerian sebesar Rp1,2 triliun secara minimal,” ungkap Rosan.
Ia berharap Komisi XII DPR RI memberikan dukungan agar tambahan anggaran sebesar Rp578,93 miliar dapat disetujui sehingga kebutuhan minimal anggaran kementerian pada 2027 mencapai Rp1,2 triliun.
“Sehubungan hal tersebut kami berharap tentunya dukungan dan pertimbangan pimpinan, serta anggota Komisi XII yang terhormat agar tambahan anggaran sebesar Rp578,93 miliar sesuai dengan kebutuhan minimal anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM tahun 2027 dapat terpenuhi sebesar Rp1,2 triliun,” ujarnya.
Rosan merinci kebutuhan minimal tersebut terdiri atas program dukungan manajemen sebesar Rp579,95 miliar dan program penanaman modal serta hilirisasi sebesar Rp624,12 miliar.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan





