
Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pendanaan senilai 17 miliar dolar AS dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) merupakan pinjaman normal yang akan digunakan untuk mendukung pembangunan nasional selama periode 2025–2029.
Pendanaan Infrastruktur Hingga 2029
Purbaya menyampaikan penegasan tersebut usai melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan China Lan Fo'an, Bank Sentral China (People’s Bank of China/PBOC), AIIB, serta sejumlah investor dalam kunjungan resmi ke China pada 16-19 Juni 2026.
"Pinjaman itu adalah pinjaman normal yang biasa diberikan ke negara-negara lain dengan rate yang sama," kata Purbaya.
Menurut dia, pemerintah berhasil mengamankan komitmen pendanaan sebesar 17 miliar dolar AS hingga 2029 yang dapat dimanfaatkan untuk membiayai berbagai proyek infrastruktur nasional.
"Kami berhasil mengamankan komitmen pinjaman sebesar 17 miliar dolar sampai 2029. Artinya AIIB sudah menyediakan uang itu, tinggal kita apakah mau memakainya untuk membiayai pembangunan infrastruktur kita," ungkapnya.
Pendanaan tersebut merupakan bagian dari skema Multi-Years Rolling Pipeline yang telah dibahas bersama AIIB guna mendukung agenda pembangunan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
AIIB Ingin Buka Kantor di Jakarta
Selain komitmen pendanaan, AIIB juga menyampaikan keinginan untuk membuka kantor perwakilan di Jakarta guna memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah Indonesia.
"Selain itu AIIB juga mengutarakan keinginannya untuk membangun atau memiliki cabang di Jakarta, lalu kami sampaikan kami terbuka akan hal itu, mungkin lokasi kantornya di Jakarta," ujar Purbaya.
Pemerintah Indonesia menargetkan persiapan pembukaan kantor tersebut dapat rampung dalam waktu satu tahun.
"Targetnya Juni tahun depan, mungkin mereka dapat pindah sebagian dan bisa mulai berkantor di sana," katanya.
Purbaya menambahkan AIIB tetap memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kondisi fiskal Indonesia serta prospek ekonomi nasional ke depan.
"Mereka yakin dengan kredibilitas dan kreativitas fiskal kita," ungkapnya.
Rencana pembukaan kantor AIIB di Jakarta dinilai akan semakin mempererat kemitraan strategis antara Indonesia dan lembaga pembiayaan multilateral tersebut dalam mendukung pembangunan nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








