
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) meraih lima penghargaan dalam Indonesia Sustainability Award 2026 sebagai pengakuan atas penerapan prinsip keberlanjutan, layanan inklusif, dan pengembangan transportasi rendah emisi.
KAI Borong Lima Penghargaan ESG Bergengsi
Penghargaan tersebut diraih dalam ajang Indonesia Sustainability Award 2026 yang digelar di Jakarta dengan tema One Nation, One Commitment: Advancing ESG Excellence Across Industries.
KAI menerima penghargaan Sustainable Innovation Award, Corporate Climate Action Leadership Award, ESG Excellence–BUMN, ESG Leadership Excellence Award yang diberikan kepada Muhammad Sahli, serta The Most Inclusive Business 2026–Best of The Best.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan manfaat bagi masyarakat.
“ESG dijalankan dari hal-hal yang langsung dirasakan pelanggan dan publik. Perjalanan harus tepat waktu, akses layanan perlu semakin mudah, energi digunakan lebih hemat, dan distribusi barang melalui rel harus semakin kuat. Penghargaan ini menjadi pengingat agar KAI terus bekerja dengan data, ukuran yang jelas, dan hasil yang bisa dirasakan,” ungkap Anne Purba.
KAI saat ini mengelola 608 stasiun, 6.031 kilometer infrastruktur aktif, serta 11.312 sarana perkeretaapian yang terdiri dari lokomotif, kereta penumpang, gerbong barang, KRL, KRD, dan LRT.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI Group melayani 214.045.803 pelanggan atau meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perkuat Layanan Inklusif untuk Seluruh Pelanggan
Penghargaan The Most Inclusive Business 2026 diraih berkat berbagai inovasi layanan yang mempermudah akses bagi seluruh kelompok pelanggan.
Salah satunya adalah fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI yang memungkinkan pelanggan perempuan melihat posisi kursi penumpang perempuan lain sebelum memilih tempat duduk.
KAI juga terus meningkatkan fasilitas aksesibilitas di stasiun, seperti jalur landai, kursi roda, toilet disabilitas, lift, eskalator, guiding block, ruang tunggu, dan layanan pendampingan petugas.
“Transportasi publik harus semakin mudah diakses oleh berbagai kelompok pelanggan. Karena itu, KAI terus memperbaiki layanan agar pelanggan perempuan, lansia, disabilitas, keluarga, serta masyarakat umum dapat merencanakan perjalanan dengan lebih aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan,” ujar Anne.
Dorong Transportasi Rendah Emisi dan Digitalisasi
KAI juga memperkuat agenda keberlanjutan melalui pengembangan energi terbarukan.
Hingga Juni 2026, perusahaan telah mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas terpasang 4.430,65 kWp di 92 lokasi.
PLTS tersebut berpotensi menghasilkan 5,8 juta hingga 6,6 juta kWh listrik bersih per tahun dan mengurangi emisi karbon sekitar 5.100 hingga 5.800 ton CO₂ per tahun.
Selain itu, KAI menjalankan roadmap penggunaan biodiesel dari B0 pada 2017 hingga menuju B50 pada 2026 sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi.
Dalam program dekarbonisasi 2025–2030, penggunaan biodiesel B50 ditargetkan mampu menurunkan emisi hingga 133.676 ton CO₂e.
Di bidang digitalisasi, layanan Face Recognition Boarding Gate telah digunakan lebih dari 25 juta kali hingga 3 Juni 2026.
Sebanyak 5,4 juta pelanggan telah melakukan registrasi layanan tersebut.
Digitalisasi proses boarding itu turut mendukung penghematan sekitar 64 juta lembar kertas.
“KAI akan terus menjaga agar setiap inisiatif memiliki ukuran yang jelas, baik dari jumlah pelanggan yang dilayani, tonase barang yang didistribusikan, energi yang dihemat, emisi yang diturunkan, maupun kemudahan yang dirasakan pelanggan. Dengan cara itu, keberlanjutan menjadi bagian dari pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat,” kata Anne Purba.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








