HOME  ⁄  Ekonomi

Ekspor Sri Lanka Tumbuh 6 Persen pada Awal 2026 Meski Dihantam Tekanan Ekonomi Global

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ekspor Sri Lanka Tumbuh 6 Persen pada Awal 2026 Meski Dihantam Tekanan Ekonomi Global
Foto: (Sumber :Para pengunjung mencicipi teh hitam dari Sri Lanka di Pameran China-Asia Selatan Ke-10 di Kunming, Provinsi Yunnan, China barat daya, 16 Juni 2026. ANTARA/Xinhua/Jiang Wenyao..)

Pantau - Ekspor Sri Lanka tumbuh 6 persen pada empat bulan pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu meskipun ekonomi global menghadapi tekanan akibat konflik di Timur Tengah.

Pertumbuhan tersebut disampaikan Chairman Dewan Pengembangan Ekspor Sri Lanka (Export Development Board/EDB) Mangala Wijesinghe yang menilai tren positif itu berpotensi mendorong rekor baru pendapatan ekspor negara tersebut.

Ekspor Jasa Menjadi Motor Pertumbuhan

Wijesinghe mengatakan ekspor jasa kini menyumbang sekitar 22 persen dari total pendapatan ekspor Sri Lanka.

Pada 2025, Sri Lanka memperoleh lebih dari 3 miliar dolar AS dari ekspor jasa.

Selama empat bulan pertama 2026, ekspor jasa mencapai rekor 1,28 miliar dolar AS atau meningkat hampir 10,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ia menilai sektor teknologi informasi menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan menjadi salah satu penopang utama kinerja ekspor nasional.

Sri Lanka Fokus Kembangkan Teknologi dan Logistik

Menurut Wijesinghe, EDB telah menyusun Rencana Pengembangan Ekspor Nasional (National Export Development Plan/NEDP) melalui konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan selama 10 bulan terakhir.

Rencana tersebut menetapkan sektor teknologi informasi dan logistik sebagai dua sektor jasa utama yang akan dikembangkan lebih lanjut.

Wijesinghe menyatakan peningkatan pendapatan ekspor teknologi informasi dari sekitar 2 miliar dolar AS menjadi lebih dari 5 miliar dolar AS berpotensi menciptakan banyak lapangan kerja dan menambah devisa negara.

Ia juga menyoroti peluang besar pada industri pembuatan kapal, perbaikan kapal, dan logistik yang dinilai sangat potensial karena posisi geografis Sri Lanka yang strategis.

Di bawah kerangka NEDP, Sri Lanka juga akan memperkuat sektor ekspor unggulan yang sudah ada sekaligus mengembangkan sektor baru untuk memperluas pasar dan mendiversifikasi produk ekspor.

Penulis :
Aditya Yohan