HOME  ⁄  Ekonomi

Dirut Bulog Pastikan MinyaKita Dijual Sesuai HET Saat Sidak di Pasar Sentral Gorontalo

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Dirut Bulog Pastikan MinyaKita Dijual Sesuai HET Saat Sidak di Pasar Sentral Gorontalo
Foto: Direktur Utama Perum Bulog RI Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani melakukan sidak di Pasar Sentral Gorontalo, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Ahmad Rizal memastikan harga MinyaKita sesuai HET (sumber: Bulog)

Pantau - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan produk MinyaKita dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Sentral Kota Gorontalo menjelang pelaksanaan Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026.

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman, harga pangan terkendali, dan pasokan pangan terjaga menjelang pelaksanaan agenda nasional tersebut.

Dalam kunjungannya, Ahmad Rizal bersama jajaran Bulog dan instansi terkait memantau langsung harga berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, cabai, bawang, dan daging.

Ia juga berdialog langsung dengan para pedagang untuk memperoleh gambaran kondisi pasar secara aktual.

Harga Pangan Relatif Stabil

Hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah komoditas pangan di Gorontalo masih berada dalam rentang yang terkendali.

Ahmad Rizal mengatakan, "Harga-harga di Gorontalo relatif stabil. Beras medium SPHP bahkan dijual Rp60 ribu per kemasan 5 kilogram. Beras premium juga masih berada pada kisaran harga normal, demikian pula cabai dan bawang."

Dalam sidak tersebut, beras medium SPHP terpantau dijual sekitar Rp60 ribu per kemasan 5 kilogram.

Sementara itu, beras premium masih berada pada kisaran harga normal di pasar.

Harga cabai dan bawang juga terpantau relatif stabil dan masih terkendali.

Menurut Bulog, kondisi tersebut menunjukkan pasokan pangan di Gorontalo masih terjaga dengan baik.

Bulog Ancam Sanksi Tegas Pelanggar Distribusi MinyaKita

Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga distribusi MinyaKita agar tetap sesuai ketentuan pemerintah dan mudah diakses masyarakat.

MinyaKita merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau melalui kemasan plastik maupun botol berisi 1 liter.

Ahmad Rizal mengatakan, "Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran Bulog di Indonesia agar distribusi MinyaKita difokuskan ke pasar rakyat, pasar SP2KP dan Rumah Pangan Kita."

Bulog telah mengarahkan seluruh jajarannya untuk memprioritaskan distribusi MinyaKita ke pasar rakyat, pasar SP2KP, dan Rumah Pangan Kita (RPK).

Bulog menyatakan tidak akan mentoleransi pelanggaran distribusi yang dilakukan oleh pihak internal.

Ahmad Rizal menegaskan, "Jika ada pimpinan cabang atau wilayah yang terbukti menyalurkan MinyaKita tidak sesuai ketentuan, kami akan mengambil tindakan tegas dan melakukan pergantian pejabat."

Pengawasan juga dilakukan terhadap para pengecer yang menjual MinyaKita di pasar.

Ahmad Rizal mengatakan, "Apabila ditemukan pengecer yang menjual MinyaKita di atas harga Rp15.700 per liter dan barangnya berasal dari Bulog, maka izin penjualannya akan kami cabut."

Langkah pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan MinyaKita tersedia di pasar rakyat, mudah diakses masyarakat, dan tepat sasaran sesuai tujuan program pemerintah.

Bulog berharap pengawasan distribusi dan harga MinyaKita dapat menjaga stabilitas pasokan minyak goreng, menstabilkan harga di pasar, melindungi daya beli masyarakat, serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi menjelang pelaksanaan PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo.

Penulis :
Arian Mesa