
Pantau - Kepala Sekretariat Nasional Sustainable Development Goals (SDGs) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Pungkas Bahjuri Ali menyatakan jumlah SDGs Center di Indonesia terus bertumbuh hingga mencapai 80 pusat yang terdaftar secara resmi di Bappenas per Juni 2026.
Ia mengungkapkan, "Hingga Juni 2026, telah terdapat sepanjang 80 SDGs Center yang teregister di Bappenas. Sebenarnya yang SDGs (Center) sudah ada 100 secara informal tahun ini SDG Center yang ada, dan ini tersebar di 27 provinsi."
Selain 80 SDGs Center yang telah terdaftar secara resmi, Pungkas menyebut secara informal terdapat sekitar 100 SDGs Center yang telah tersebar di 27 provinsi di Indonesia.
Menurut Pungkas, peningkatan jumlah SDGs Center dipicu oleh semakin besarnya perhatian perguruan tinggi terhadap isu SDGs dalam beberapa tahun terakhir, termasuk percepatan pertumbuhan yang terjadi saat pandemi COVID-19 mendorong implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan.
Pertumbuhan SDGs Center Berlangsung Konsisten
Perkembangan jumlah SDGs Center menunjukkan tren peningkatan yang konsisten sejak 2015 dengan dua pusat, kemudian bertambah menjadi tiga pada 2016, lima pada 2017, tujuh pada 2018, 13 pada 2019, 22 pada 2020, 30 pada 2021, 40 pada 2022, 47 pada 2023, 60 pada 2024, 74 pada 2025, dan mencapai 80 pada 2026.
Menurut Pungkas, pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin luasnya keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung implementasi SDGs di berbagai wilayah Indonesia.
ISCN Perkuat Jejaring Nasional dan Kolaborasi Global
Sebagai tindak lanjut atas perkembangan tersebut, Bappenas meluncurkan Indonesia SDGs Center Network (ISCN) pada 2024 sebagai jejaring nasional bagi seluruh SDGs Center di Indonesia.
Menurut Pungkas, ISCN berkembang menjadi jaringan strategis yang memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi melalui pertukaran informasi, berbagi pengetahuan, diseminasi praktik baik, pengembangan inovasi, penguatan kolaborasi internasional, serta konektivitas dengan jaringan global.
Pungkas menilai perguruan tinggi memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dari berbagai pemangku kepentingan sehingga berperan sebagai center of excellence yang mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan pembangunan.
Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum kolaborasi tersebut dengan mengatakan, “Kami mengajak bapak-ibu sekalian untuk memanfaatkan ruang ini sebagai ruang bertukar gagasan, memperluas jaring, dan membuat kolaborasi.”
- Penulis :
- Arian Mesa





