
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan panen raya jagung di Desa Mulyonegoro, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, menghasilkan sekitar 210 ton sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan nasional untuk mendukung percepatan swasembada pangan.
Panen raya tersebut dilaksanakan di lahan seluas 30 hektare milik Kelompok Tani Sipatana Hijau yang diketuai Rahmad Danupoyo dengan produktivitas rata-rata mencapai hingga tujuh ton per hektare.
Zulkifli Hasan menilai keberhasilan panen tersebut mencerminkan meningkatnya produktivitas budi daya jagung di daerah sekaligus memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani karena harga jual berada di atas harga acuan pemerintah.
Ia mengungkapkan, "Harga jagung sesuai dengan acuan Rp5.500 (per kg), tapi di sini Rp6.000, bagus sekali. Di sini saya lihat satu hektare bisa di atas enam ton dan saya cek benar di atas enam ton."
Produktivitas Didukung Distribusi Pupuk
Zulkifli Hasan menilai produktivitas jagung di Kabupaten Gorontalo lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah lainnya karena didukung kelancaran distribusi pupuk kepada petani.
Ia mengatakan, "Kemarin saya sempat lihat di Lampung per hektare bisa lima ton jadi lebih sedikit. Yang kedua, pupuk lancar dan harganya juga diskon sampai 20 persen."
Panen raya tersebut merupakan hasil pembinaan Usaha Dagang (UD) Damai Sejahtera bersama Kelompok Tani Sipatana Hijau yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani jagung.
Pemerintah Targetkan Perluasan Area Panen
Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah akan terus mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani agar kontribusi sentra produksi jagung terhadap kebutuhan nasional semakin besar.
Pemerintah juga menargetkan luas panen jagung di wilayah binaan bertambah menjadi lebih dari 1.000 hektare pada Juli 2026 untuk meningkatkan kontribusi terhadap produksi jagung nasional.
Selain meningkatkan produksi, pemerintah mendorong kolaborasi antara petani, kelompok tani, pelaku usaha, dan pemerintah daerah guna meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta memperkuat hilirisasi komoditas jagung.
Penguatan hilirisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas jagung sekaligus mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.
- Penulis :
- Leon Weldrick





