
Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mengoptimalkan peran bandara sebagai ruang strategis untuk mempromosikan intellectual property (IP) lokal, produk ekonomi kreatif, dan talenta Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor guna memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
Bandara Jadi Gerbang Promosi Produk Kreatif
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membahas optimalisasi peran bandara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif daerah dalam rapat koordinasi di Jakarta.
Riefky menegaskan bahwa bandara tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga menjadi gerbang yang memperkenalkan identitas, kreativitas, dan produk unggulan Indonesia kepada masyarakat dunia.
Ia mengungkapkan, “Karena itu, bandara harus menjadi etalase yang menampilkan kekayaan intellectual property (IP), produk kreatif, dan talenta lokal Indonesia kepada dunia.”
Kemenekraf akan melakukan kurasi serta memperluas aktivasi dan pemanfaatan IP lokal di bandara-bandara utama Indonesia melalui kolaborasi berupa lisensi karakter pada merchandise, pengembangan produk kreatif bersama UMKM, hingga penempatan karya kreatif di fasilitas publik kawasan bandara.
Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Daya Saing Bandara
Kementerian Ekraf juga mendorong penyelenggaraan berbagai aktivitas kreatif di bandara seperti pameran seni, galeri fotografi, pertunjukan musik, instalasi karya, bazar, hingga event internasional yang terintegrasi dengan promosi ekonomi kreatif daerah.
Riefky mengatakan, “Kami ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan melalui sentuhan ekonomi kreatif. Kehadiran karya kreatif dan event di bandara dapat memperkuat citra Indonesia, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif.”
Pengembangan tersebut dilakukan melalui kerja sama strategis dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) yang mencakup pemanfaatan fasilitas sebagai ruang pemasaran produk kreatif, pertukaran data dan tren IP, serta dukungan terhadap berbagai program Kementerian Ekraf.
Salah satu implementasinya ialah pengembangan Game Station di Bandara Soekarno-Hatta yang menampilkan gim karya pengembang Indonesia sebagai sarana promosi talenta gim nasional sekaligus memberikan pengalaman interaktif bagi penumpang.
Menko AHY menyatakan bahwa regulasi dan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat tata kelola ekosistem bandar udara sekaligus meningkatkan daya saing dan kualitas layanan bandara.
Ke depan, Kementerian Ekraf akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BUMN, serta pelaku industri kreatif agar bandara menjadi ruang pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan





