HOME  ⁄  Ekonomi

PLN EPI Perkuat Budaya Zero Waste Lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang Tekstil

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PLN EPI Perkuat Budaya Zero Waste Lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang Tekstil
Foto: (Sumber :PT PLN EPI menerapkan pengelolaan sampah terpadu di lingkungan kerja. ANTARA/HO-PT PLN EPI..)

Pantau - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat budaya tanpa sampah (zero waste) melalui pengelolaan sampah terpilah dan program daur ulang produk tekstil sebagai bagian dari penerapan prinsip environmental, social and governance (ESG).

Kelola Ratusan Kilogram Sampah Secara Terpadu

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan perusahaan terus memperkuat pengelolaan sampah terpadu di lingkungan kerja melalui pemilahan dan pengolahan sampah sesuai karakteristiknya.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, PLN EPI mengelola 460 kilogram sampah terpilah yang terdiri atas 69 kilogram sampah organik, 390,9 kilogram sampah anorganik, dan 226 kilogram sampah residu.

Sampah yang telah dipilah diolah menjadi kompos, didaur ulang menjadi bahan baku baru, serta residunya ditangani secara bertanggung jawab untuk meminimalkan beban tempat pembuangan akhir (TPA).

PLN EPI juga bekerja sama dengan Waste4Change dan Eco Touch dalam proses pemilahan dan pengelolaan sampah.

Selain itu, perusahaan menginisiasi pengumpulan pakaian layak pakai bersama Eco Touch untuk memperpanjang siklus produk tekstil dan mengurangi limbah fesyen.

Hingga Mei 2026, PLN EPI telah mengumpulkan 182,95 kilogram pakaian bekas yang selanjutnya didaur ulang.

Bangun Budaya Keberlanjutan di Lingkungan Kerja

Mamit menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan bagian dari budaya keberlanjutan yang terus dibangun perusahaan.

Ia mengungkapkan, "Keberlanjutan dimulai dari kebiasaan sehari-hari, melalui pemilahan sampah sejak dari sumber. Kami ingin membangun kesadaran seluruh insan PLN EPI bahwa setiap individu memiliki peran dalam mengurangi dampak lingkungan. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar bagi keberlanjutan."

Menurut Mamit, kolaborasi dengan Waste4Change memungkinkan perusahaan menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terukur, transparan, dan bertanggung jawab sekaligus memantau capaian pengurangan sampah sebagai bagian dari implementasi ESG.

PLN EPI juga rutin memberikan edukasi kepada pegawai mengenai pentingnya pengurangan sampah, penggunaan kembali (reuse), dan daur ulang (recycle) agar pengelolaan sampah menjadi budaya kerja perusahaan.

Ke depan, PLN EPI akan terus memperluas berbagai program keberlanjutan, mulai dari edukasi pengelolaan sampah hingga peningkatan partisipasi pegawai dalam pelestarian lingkungan sebagai dukungan terhadap transisi energi berkelanjutan di Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf