
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mendatar pada perdagangan Senin seiring pelaku pasar mencermati berbagai data ekonomi domestik dan global yang akan dirilis sepanjang pekan ini, di tengah sentimen geopolitik dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Pasar Pantau Data Ekonomi dan Arah Suku Bunga
IHSG dibuka menguat 35,90 poin atau 0,61 persen ke level 5.932,03, sementara Indeks LQ45 naik 0,98 poin atau 0,17 persen menjadi 584,70.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengungkapkan, “Secara teknikal, pergerakan indeks masih berada dalam fase konsolidasi dengan pelaku pasar mencermati kemampuan IHSG bertahan di area support 5.882 atau 5.688 atau 5.520, sementara resistance terdekat berada pada kisaran 5.996-6.013 atau 6.097 atau 6.221–6.287.”
Pelaku pasar juga menantikan rilis sejumlah indikator ekonomi global, seperti data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTs) Amerika Serikat, pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh, data Non-Farm Payrolls (NFP), tingkat pengangguran AS, PMI manufaktur China, serta inflasi Zona Euro.
Menurut Liza, perhatian investor juga masih tertuju pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara.
Ia mengatakan, “Kesepakatan tersebut meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global, sehingga turut menekan harga minyak dunia dan membantu menjaga stabilitas sentimen pasar keuangan.”
Liza menambahkan, “Selain itu, meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan aset berisiko.”
Data Domestik dan Bursa Global Jadi Perhatian
Dari dalam negeri, investor akan mencermati data PMI Manufaktur Indonesia, inflasi Juni, serta neraca perdagangan yang dinilai menjadi indikator penting arah kebijakan moneter Bank Indonesia.
Pemerintah juga menyatakan proses restitusi pajak tetap berjalan normal dengan realisasi sekitar Rp160 triliun hingga empat bulan pertama 2026, serta optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 8 persen.
Pada perdagangan sebelumnya, mayoritas bursa Eropa dan Wall Street ditutup melemah, sementara pergerakan bursa Asia pada Senin pagi cenderung bervariasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan





