HOME  ⁄  Ekonomi

Teknologi Kecantikan XERF Dinilai Berpeluang Dongkrak Wisatawan dan Wisata Medis di Bali

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Teknologi Kecantikan XERF Dinilai Berpeluang Dongkrak Wisatawan dan Wisata Medis di Bali
Foto: (Sumber :Praktisi kesehatan bahas potensi menggaet wisatawan ke Bali lewat kehadiran teknologi kecantikan XERF, di Denpasar, Senin (29/6/2026). ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari.)

Pantau - Praktisi kesehatan menilai kehadiran teknologi kecantikan terbaru XERF di Bali berpotensi menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkuat posisi Pulau Dewata sebagai destinasi medical dan aesthetic tourism.

Teknologi Kecantikan Jadi Daya Tarik Baru Wisata Bali

Praktisi kesehatan dr. Jesslyn Amelia, Sp.DVE mengatakan antusiasme wisatawan terhadap teknologi kecantikan yang telah populer di Amerika, Eropa, dan Australia menjadi peluang baru bagi sektor pariwisata Bali.

“Saya ada pengalaman pada Mei lalu ada pasien orang luar datang melakukan skin booster dan kaget waktu saya bilang di Bali akan ada teknologi XERF, teknologi pengencangan kulit non-invasif yang terkenal di Amerika, Eropa, dan Australia, mereka antusias,” ungkap Jesslyn di Denpasar, Senin (29/6).

Menurutnya, hadirnya teknologi yang sedang menjadi tren di berbagai negara maju akan menarik wisatawan yang ingin menjalani perawatan kecantikan sambil berlibur di Bali.

Jesslyn menjelaskan Bali juga didukung ekosistem pariwisata yang berkembang, termasuk pengembangan kawasan ekonomi khusus kesehatan yang mendorong citra wellness tourism.

Bali Dinilai Berpotensi Jadi Pusat Wisata Medis

Jesslyn mengatakan teknologi XERF menggunakan sistem multi-frequency monopolar radio frequency yang berfungsi untuk mengencangkan kulit, merekonstruksi kolagen, serta memperbaiki kualitas kulit dari lapisan terluar hingga terdalam.

Ia menilai perawatan tanpa jarum dan tanpa masa pemulihan yang panjang menjadi kebutuhan masyarakat aktif maupun wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Sementara itu, Vice President of idsMED Aesthetics Indonesia Andy Raharja mengatakan investasi teknologi kecantikan tersebut memiliki prospek yang menjanjikan seiring pertumbuhan pasar estetika sekitar 15 persen setiap tahun.

“Tidak hanya wisatawan, masyarakat lokal juga aktif dan membutuhkan perawatan spesifik di Bali, sehingga kita itu bisa menjadi pusat medical juga aesthetic tourism, jadi pasien-pasien di Bali atau ke Bali tidak perlu terbang ke Korea, tidak perlu ke Thailand, tapi sambil liburan di sini bisa merawat diri,” ungkap Andy.

Teknologi XERF yang memiliki nilai investasi sekitar Rp2 miliar juga telah dicoba oleh Miss Universe Indonesia 2025 Sanly Liu yang mengaku proses perawatannya berlangsung singkat tanpa menimbulkan kemerahan pada wajah setelah tindakan.

Penulis :
Aditya Yohan