HOME  ⁄  Ekonomi

KSPN Nilai Pemerintah Berkomitmen Kuat Menjaga Industri Nasional dan Sektor Otomotif

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KSPN Nilai Pemerintah Berkomitmen Kuat Menjaga Industri Nasional dan Sektor Otomotif
Foto: (Sumber :Pekerja mengamati bagian komponen otomotif usai produksi di Dharma Polimetal Tbk, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (3/7/2025).ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/nz (ANTARA FOTO/FAH).)

Pantau - Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) menegaskan pemerintah memiliki komitmen kuat dalam menjaga keberlangsungan industri nasional setelah melakukan klarifikasi dan crosscheck lapangan terhadap berbagai isu yang berkembang di sektor otomotif.

Rapimnas Bahas Isu Industri dan Ketenagakerjaan

Presiden KSPN Ristadi menyampaikan penilaian tersebut merupakan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KSPN yang digelar pada 26–27 Juni 2026 di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

Rapimnas membahas berbagai isu ketenagakerjaan, mulai dari investasi, perlindungan industri yang sudah ada, kesejahteraan pekerja, pembentukan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru, hingga persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Salah satu isu yang menjadi perhatian ialah dugaan relokasi dua perusahaan komponen otomotif asal Jepang di Jawa Timur, yakni PT Surabaya Autocomp Indonesia (SAI) dan PT Jawa Autocomp Indonesia (JAI).

Hasil penelusuran KSPN menunjukkan anggapan bahwa pemerintah kurang peduli terhadap industri otomotif tidak benar karena pemerintah dinilai konsisten menjalankan berbagai kebijakan yang mendukung keberlangsungan industri nasional.

Relokasi ke Vietnam Dibantah

KSPN menyebut langkah strategis pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin), termasuk usulan berbagai insentif bagi sektor otomotif, bertujuan menjaga investasi, meningkatkan utilisasi pabrik, serta memberikan kepastian kerja bagi para pekerja.

Organisasi pekerja itu juga meluruskan informasi mengenai kondisi PT SAI dan PT JAI yang disebut bukan akibat relokasi fasilitas produksi ke Vietnam.

KSPN menegaskan fasilitas produksi kedua perusahaan tersebut tetap beroperasi di Indonesia sebagai bagian dari dinamika bisnis internal perusahaan.

Sebelumnya, Kemenperin juga membantah isu relokasi dua industri komponen otomotif ke Vietnam dan memastikan kedua perusahaan masih beroperasi normal serta tetap memberikan kontribusi terhadap ekspor nasional.

“Pada hari Minggu sore tanggal 21 Juni 2026, Bapak Menteri Perindustrian telah memerintahkan Dirjen ILMATE untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam. Mempertimbangkan kehati-hatian dan sensifitas isu ini bagi industri dan investasi asing pada sektor industri otomotif Indonesia, maka pada hari ini kami menyampaikan temuan lapangannya pada publik,” ungkap Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif.

Penulis :
Ahmad Yusuf