
Pantau - Pemerintah Indonesia dan Rusia memperkuat kerja sama di bidang industri dan ekonomi guna mendukung transformasi ekonomi nasional melalui pengembangan industri, hilirisasi, infrastruktur, ketahanan energi, transformasi digital, dan teknologi.
Airlangga Sebut Kerja Sama RI-Rusia Berpotensi Besar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama kedua negara memiliki prospek signifikan dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.
"Ke depan, kerja sama RI-Rusia memiliki potensi signifikan untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia, khususnya melalui pengembangan industri, hilirisasi, pembangunan infrastruktur, ketahanan energi, transformasi digital, pengembangan teknologi, serta pembangunan berkelanjutan," ungkap Airlangga dalam perayaan Hari Nasional Rusia di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Ia mengatakan Indonesia dan Rusia berkomitmen menjajaki berbagai peluang baru untuk memperkuat kemitraan di bidang ekonomi dan industri.
Menurut Airlangga, penandatanganan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia pada Desember lalu menjadi tonggak penting yang akan memperluas akses pasar, memfasilitasi perdagangan, serta meningkatkan keterlibatan dunia usaha Indonesia dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia, termasuk Rusia.
Kolaborasi Industri dan Teknologi Diperkuat
Airlangga juga mengapresiasi kesempatan Indonesia menjadi negara mitra dalam pameran industri INNOPROM yang akan berlangsung di Ekaterinburg, Rusia, pada 6-9 Juli 2026.
Ia berharap partisipasi Indonesia dapat memperkuat kolaborasi kedua negara di bidang perdagangan, ilmu pengetahuan, industri manufaktur bernilai tambah, teknologi industri maju, sektor otomotif, energi, serta inovasi digital.
"Kami juga berkomitmen untuk memperdalam kemitraan strategis kami dengan Rusia sejalan dengan Delapan Visi Indonesia, Asta Cita," ujarnya.
Perayaan Hari Nasional Rusia di Jakarta turut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin, serta sejumlah duta besar negara sahabat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf

