
Pantau - Papua Tengah mencatatkan ekspor perdana sebanyak 42 ton ikan bawal ke Malaysia melalui Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, yang menjadi tonggak penting pembangunan ekonomi daerah, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.
Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa mengatakan ekspor perdana tersebut menjadi bukti hasil kerja keras nelayan lokal di Kabupaten Mimika yang kini berhasil menembus pasar internasional.
Ia mengungkapkan, "Hari ini bukti kerja keras para nelayan telah menembus pasar internasional, hari ini momentum ketika hasil laut Papua Tengah tidak lagi berhenti di pelabuhan tetapi berlayar menuju pasar dunia dengan membawa nama baik daerah, bangsa dan seluruh masyarakat Papua Tengah."
Ikan bawal yang diekspor merupakan hasil tangkapan nelayan lokal di Kabupaten Mimika.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan dukungan kepada nelayan berupa 10 unit kapal tangkap lengkap dengan mesin untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan.
Meki Fritz Nawipa mengatakan, "Saya memberikan dukungan kepada nelayan 10 unit kapal tangkap lengkap dengan mesin. Nanti kalau sudah berhasil kami akan tambah lagi."
Menurut Meki Fritz Nawipa, Papua Tengah memiliki potensi perikanan yang sangat besar sehingga perlu dikembangkan secara optimal.
Keberhasilan ekspor perdana tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah tingkat nasional, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, sektor swasta, koperasi usaha perikanan, pengusaha perikanan, dan para nelayan.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen meningkatkan kualitas pelabuhan perikanan, memperluas akses ekspor, memperkuat sertifikasi mutu hasil perikanan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memastikan keterlibatan masyarakat adat dan orang asli Papua (OAP) dalam seluruh rantai nilai industri perikanan.
Meki Fritz Nawipa mengungkapkan, "Kami ingin memastikan bahwa laut Papua Tengah bukan hanya penghasil kan, laut papua tengah harus menghasilkan kesejahteraan, lapangan kerja, kebanggaan dan menghasilkan masa depan yang lebih baik bagi generasi Papua Tengah."
Meki Fritz Nawipa menegaskan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan dalam pengembangan sektor perikanan Papua Tengah.
Pada ekspor perdana tersebut, Papua Tengah mengirim tiga kontainer ikan bawal ke Malaysia.
Pemerintah Papua Tengah menargetkan pengiriman pada masa mendatang meningkat menjadi puluhan kontainer sekaligus membuka lebih banyak pasar ekspor di berbagai negara.
Meki Fritz Nawipa mengatakan, “Hari ini kami mengirim tiga kontainer besok harus mengirim puluhan kontainer, hari ini kami membuka satu pasar besok kami harus membuka lebih banyak pasar dunia. Hari ini kami memulai sejarah baru besok kami harus melanjutkan sejarah itu dengan kerja keras dan komitmen yang lebih besar.”
- Penulis :
- Arian Mesa





