
Pantau - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyatakan pemerintah akan meningkatkan secara signifikan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di enam provinsi, yakni Gorontalo, Riau, Sulawesi Barat, Papua Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Bengkulu.
Enam Provinsi Jadi Prioritas
Maruarar Sirait mengatakan enam provinsi tersebut masih memiliki kebutuhan besar di sektor perumahan, khususnya untuk rumah tidak layak huni.
"Kami memperhatikan daerah-daerah ini masih banyak yang membutuhkan di bidang perumahan, terutama program BSPS atau bedah rumah. Dan kami sudah diskusi untuk bedah rumah di provinsi ini, dari evaluasi staf kami, kami akan tingkatkan secara signifikan," ujarnya.
Ia menegaskan program BSPS merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan merenovasi rumah tidak layak huni sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Ini adalah program unggulan dari Presiden Prabowo untuk (merenovasi) rumah yang tidak layak huni, dan juga bisa menggerakkan ekonomi rakyat," katanya.
Tata Kelola dan Kuota Program Diperkuat
Kementerian PKP terus memperkuat pelaksanaan program BSPS melalui sinergi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pusat Statistik untuk memperbarui data penerima bantuan menggunakan sistem digital Go PKP.
Program BSPS merupakan bantuan pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk meningkatkan kualitas atau membangun rumah secara swadaya dengan semangat gotong royong.
Pemerintah juga memperkuat tata kelola program melalui mekanisme pemilihan toko atau penyedia bahan bangunan oleh Kelompok Penerima Bantuan yang didampingi Tenaga Fasilitator Lapangan.
Pada 2026, kuota program BSPS meningkat menjadi 400.000 unit dari sebelumnya 45.000 unit pada 2025 sebagai bagian dari komitmen pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
Selain itu, usulan kebutuhan anggaran tahun 2027 juga memprioritaskan program BSPS untuk renovasi sebanyak 2 juta unit rumah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf

