
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak volatil pada perdagangan Rabu di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap sejumlah data ekonomi domestik serta perkembangan sentimen global.
Data Domestik dan Global Jadi Perhatian Investor
IHSG dibuka melemah 2,58 poin atau 0,05 persen ke posisi 5.640,61.
Indeks LQ45 juga turun 0,62 poin atau 0,11 persen ke level 552,49.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyebut pergerakan IHSG masih dibayangi ketidakpastian arah suku bunga global, isu potensi penurunan klasifikasi pasar oleh MSCI, serta kemampuan data ekonomi nasional menunjukkan ketahanan.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas mengungkapkan, “Ke depan, pergerakan IHSG masih berpotensi volatil karena pasar menunggu kepastian arah suku bunga global, perkembangan isu potensi penurunan klasifikasi pasar oleh MSCI, serta kemampuan data domestik menunjukkan ketahanan ekonomi.”
Pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi Juni 2026, PMI Manufaktur Indonesia, dan neraca perdagangan Mei 2026.
Konsensus memperkirakan inflasi mencapai sekitar 3,2 persen secara tahunan akibat kenaikan harga pangan dan BBM nonsubsidi.
Surplus neraca perdagangan diproyeksikan melebar hingga sekitar 4 miliar dolar AS.
Sentimen Global dan Program B50 Pengaruhi Pasar
Implementasi bertahap program B50 mulai 1 Juli 2026 dinilai menjadi sentimen positif bagi sektor energi dan Crude Palm Oil (CPO).
Dari luar negeri, indeks dolar AS menguat ke level 101,26 setelah data JOLTS menunjukkan lowongan kerja mencapai 7,594 juta.
Investor juga mencermati perkembangan negosiasi perdamaian Amerika Serikat dan Iran, data Caixin Manufacturing PMI China, ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam forum Bank Sentral Eropa di Sintra, Portugal.
Bursa Eropa mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Selasa.
Wall Street juga mencatat penguatan pada indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq Composite.
Sementara itu, bursa saham Asia pada perdagangan pagi bergerak bervariasi dengan indeks Nikkei dan Shanghai menguat, sedangkan Hang Seng dan Strait Times melemah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf

