HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.944 per Dolar AS, Arus Keluar Dana Asing Jadi Pemicu

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp17.944 per Dolar AS, Arus Keluar Dana Asing Jadi Pemicu
Foto: (Sumber :Karyawan memperlihatkan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj..)

Pantau - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu pagi melemah 37 poin atau 0,21 persen menjadi Rp17.944 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.907 per dolar AS, dipengaruhi berlanjutnya arus keluar dana asing dari pasar saham domestik.

Arus Dana Asing Tekan Rupiah

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan pelemahan rupiah terjadi seiring aksi jual investor asing di pasar saham Indonesia.

“Investor asing mencatatkan net sell sebesar 58,20 juta dolar AS, yang mendorong IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) turun 3,05 persen ke level 5.643,” ungkap Josua.

Ia memperkirakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini bergerak di kisaran Rp17.825 hingga Rp17.950 per dolar AS.

Pasar Nantikan Data Ekonomi dan Sentimen Global

Josua mengatakan pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi Juni 2026 dan neraca perdagangan Mei 2026 dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Ia memperkirakan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Juni 2026 mencapai 0,50 persen secara month to month (mom) atau 3,41 persen secara year on year (yoy), meningkat dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 0,28 persen mom atau 3,08 persen yoy, didorong kenaikan biaya energi non-subsidi dan tarif transportasi.

Selain itu, surplus neraca perdagangan Indonesia diproyeksikan melebar menjadi 1,13 miliar dolar AS pada Mei 2026 dari 0,09 miliar dolar AS pada April 2026 karena normalisasi aktivitas impor setelah periode Lebaran, meski tren tahunan masih menunjukkan penyempitan surplus perdagangan.

Di sisi global, ketidakpastian pasar masih dipengaruhi perkembangan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Doha, Qatar, yang dinilai penting untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz.

Penulis :
Aditya Yohan