HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Menyalurkan 12 Ekskavator untuk Percepat Pemulihan Perikanan Budi Daya di Tiga Provinsi Pascabencana

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemerintah Menyalurkan 12 Ekskavator untuk Percepat Pemulihan Perikanan Budi Daya di Tiga Provinsi Pascabencana
Foto: Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meninjau lokasi budidaya terdampak banjir di Kabupaten Bireun, Aceh, Jumat 9/1/2026 (sumber: KKP)

Pantau - Pemerintah menyalurkan 12 unit ekskavator kepada Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk mempercepat rehabilitasi sarana dan prasarana perikanan budi daya yang rusak akibat bencana hidrometeorologi, dengan penyerahan simbolis dilakukan di sela-sela rapat koordinasi nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta pada Kamis, 2 Juli 2026.

Percepatan Pemulihan Infrastruktur Perikanan

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan bantuan tersebut ditujukan untuk mempercepat pemulihan tambak, kolam, saluran irigasi perikanan, serta akses produksi yang terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor pada akhir 2025.

Ia mengungkapkan, "Bantuan ekskavator ini bukan sekadar dukungan alat berat, tetapi bagian dari upaya mempercepat bangkitnya aktivitas usaha pembudi daya di daerah terdampak bencana."

Menurut Tb Haeru Rahayu, pemulihan pascabencana perlu dilakukan secara cepat dan tepat agar masyarakat pembudi daya dapat segera kembali berproduksi.

Ekskavator tersebut akan dimanfaatkan untuk membersihkan material sisa bencana, merehabilitasi jaringan irigasi, melakukan normalisasi saluran, memperbaiki tambak dan kolam, serta menata kembali kawasan perikanan budi daya.

Ia mengatakan, "Ketika tambak, kolam, dan saluran air pulih, maka harapan pembudi daya untuk kembali berproduksi juga ikut pulih. Inilah yang ingin kita dorong agar roda ekonomi daerah terus bergerak."

Daerah Menyambut Positif Bantuan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh Syafrizal menyambut baik bantuan ekskavator tersebut karena bencana hidrometeorologi telah menyebabkan kerusakan pada tambak dan kolam masyarakat di sejumlah kabupaten dan kota di Aceh.

Menurut Syafrizal, keberadaan ekskavator juga akan memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana di masa mendatang karena dapat segera digunakan untuk penanganan awal apabila terjadi kerusakan infrastruktur perikanan akibat bencana.

Kepala Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kabupaten Bireuen Muhammad Jafar mengatakan bantuan tersebut menjadi harapan bagi masyarakat pembudi daya di wilayahnya karena tambak dan muara di Kabupaten Bireuen mengalami kerusakan akibat banjir.

Ia mengatakan, “Banyak tambak rusak dan tidak mungkin dikerjakan secara manual. Dengan alat berat ini, kami berharap normalisasi tambak dan saluran bisa lebih cepat dilakukan sehingga masyarakat pembudi daya bisa kembali berusaha.”

Penulis :
Shila Glorya