HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat ke Level 5.986,50, Saham Properti Jadi Penopang Utama Perdagangan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

IHSG Ditutup Menguat ke Level 5.986,50, Saham Properti Jadi Penopang Utama Perdagangan
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 70,43 poin atau 1,19 persen ke level 5.986,50 pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026, dengan penguatan terutama ditopang oleh saham-saham sektor properti.

Indeks LQ45 juga menguat 10,44 poin atau 1,79 persen dan ditutup di level 549,92.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengungkapkan, "IHSG ditutup menguat pada perdagangan Selasa, di tengah volume dan nilai transaksi yang masih cenderung sepi."

Sektor Properti Pimpin Penguatan IHSG

Dari dalam negeri, sektor properti menjadi pendorong utama penguatan pasar setelah indeks IDXProperty naik sebesar 3,03 persen.

Dua saham yang baru melantai melalui Initial Public Offering (IPO) dan mencatatkan Auto Reject Atas (ARA) turut menopang penguatan IHSG.

Sentimen positif lainnya berasal dari kenaikan cadangan devisa Indonesia dari 144,9 miliar dolar AS pada Mei 2026 menjadi 145,6 miliar dolar AS pada Juni 2026.

Sentimen lain yang memengaruhi pasar adalah usulan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mengurangi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027.

IHSG dibuka menguat pada awal perdagangan dan bertahan di zona hijau sejak sesi pertama hingga sesi kedua sampai penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor ditutup menguat dan satu sektor ditutup melemah.

Tiga sektor dengan kenaikan terbesar masing-masing adalah sektor properti sebesar 3,03 persen, sektor barang konsumen nonprimer sebesar 1,59 persen, dan sektor keuangan sebesar 1,42 persen.

Satu-satunya sektor yang melemah adalah sektor teknologi yang turun 0,54 persen.

Saham-saham dengan kenaikan harga terbesar pada perdagangan tersebut meliputi APLN, LAND, NTBK, BIPP, dan RODA.

Sementara itu, saham-saham dengan penurunan harga terbesar adalah COCO, TRUS, MMIX, LAPD, dan LUCY.

Pelaku Pasar Menanti Risalah Rapat The Fed

Dari luar negeri, pelaku pasar menantikan risalah rapat Federal Reserve atau Minutes of Meeting FOMC yang dijadwalkan dirilis pada Rabu, 8 Juli 2026 waktu Amerika Serikat.

Dokumen tersebut memuat rangkuman diskusi, proyeksi ekonomi, serta alasan di balik keputusan kebijakan moneter The Fed.

Ratna Lim mengatakan, "Diperkirakan IHSG (besok) berpotensi melanjutkan rally dan menguji level psikologis di 6.000, namun perlu diwaspadai potensi pullback jangka pendek karena profit taking."

Aktivitas perdagangan saham mencatat frekuensi transaksi sebanyak 1.658.000 kali dengan volume perdagangan mencapai 21,22 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp10,13 triliun.

Pergerakan saham pada perdagangan tersebut terdiri atas 450 saham naik, 222 saham turun, dan 289 saham tidak berubah.

Di kawasan Asia, indeks Nikkei turun 2,04 persen ke 68.315,00, indeks Shanghai turun 1,26 persen ke 3.990,924, indeks Hang Seng turun 0,51 persen ke 23.496,89, sedangkan indeks Strait Times naik 1,43 persen ke 5.335,00.

Penulis :
Leon Weldrick